MEDAN – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara H. Ahmad Qosbi, S.Ag , MM mendukung Bhineka News (bhinekanews.id) sebagai ujung tombak media yang melakukan pemberitaan, edukasi dan sosialisasi ekonomi Syariah.
Dukungan tersebut dilontarkan Ahmad Qosbi dalam pertemuan dengan pengurus bhinekanews.id di Kantor Kanwil Kemenang Sumatera Utara, di Jalan Gatot Subroto Medan, Senin (10/2/2025).
“Pada prinsipnya, Kakanwil mendukung program yang dimiliki bhinekanews dalam melakukan sosialisasi ekonomi Syariah,” ujarnya.
Ahmad Qosbi juga mengingatkan persoalan ekonomi syariah yang tidak hanya masalah perbankan syariah saja, tetapi memiliki cakupan yang luas, termasuk masalah sertifikasi halal.
“Sesuai arahan Wakil Menteri Agama, ada 4 hal yang harus digencarkan sosialisasinya di tengah masyarakat, yakni makanan halal, fashion halal, wisata halal, serta obat-obatan halal,” ujarnya.
Silaturahim pengurus bhinekanews.id dipimpin oleh Wakil Pemimpin Redaksi Jafar Siddik, Sekretaris Redaksi Siti Amelia, dan Redaktur Islahuddin, dan diterima oleh Kakanwil Kemenag Sumut, H. Ahmad Qosbi, S.Ag , MM dan juga Ketua Tim Humas, Data, dan Informasi (HDI) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil) Provinsi Sumatera Utara. H. Mulia Banurea, S.Ag, M.SI.
Dalam penyampaiannya, Jafar Sidik mengatakan, sebagai media yang berpusat di Sumatera Utara pihaknya memiliki program edukasi Ekonomi Syariah, baik dalam segi pemberitaan maupun program yang menyentuh langsung ke masyarakat.
“Kami sedang menyusun program Ekonomi Syariah Goes To School, bekerjasama dengan para stakeholder terkait untuk mensosialisasikan Ekonomi Syariah kepada para pelajar di Sumatera Utara, untuk itu kami memohon dukungan kepada Kakanwil Kemenag Sumut,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kakanwil menyambut baik program sosialisasi tersebut dan memberi masukan, selain ke pelajar, perlu juga dilakukan penguatan literasi ekonomi syariah kepada kaum ibu.
“Ada kelompok perempuan yang bisa dijadikan target sosialisasi seperti Dharma Wanita, kaum ibu perwiritan, maupun ormas perempuan Islam. Tentunya jika kaum perempuan disentuh , maka permasalahan ekonomi Syariah ini bisa lebih meluas tersosialisasi,” ujarnya.(isl)