TASIKMALAYA- Dalam kajian rutin bulanan, PD Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Tasikmalaya berkolaborasi dengan Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya bahas prospek ekonomi syariah tahun 2025.
Ketua PD MES Tasikmalaya Prof Kartawan menyebut, prospek ekonomi syariah di tahun 2025 perkembanganya diprediksi akan tumbuh. Karena ekonomi syariah berlaku bukan hanya untuk umat muslim saja. Ekonomi syariah berlaku selain untuk umat muslim, tetapi berlaku untuk non muslim. Bahkan non muslim jika mengkonsumsi produk syariah dijamin aman dan sehat.
“Oleh karena itu kami menilai pertumbuhan ekonomi syariah Tahun 2025 di Priangan Timur diprediksi mulai meningkat khususnya di Kota Tasikmalaya,” kata, Prof Kartawan di Kantor Perwakilan BI Tasikmalaya Rabu (19/2/2025) dikutip Pikiran Rakyat.
Ada beberapa alasan mengapa eksyar di Kota Tasik akan tumbuh, yang pertama ditetapkanya Kota Tasik sebagai kota wakaf oleh Kementrian Agama serta kinerja yang baik dari Badan Wakaf, meningkat nya kinerja BAZNAS untuk mengubah mustahik menjaji muzaki, salah satunya melalui program paranje, dan Wali Kota yang dilantik hari ini memiliki perhatian yang baik terhadap ekonomi syariah.
Di dalam hal ini Wali Kota juga memiliki kewajiban moral, karena ada Perda Tata Nilai No 7 Tahun 2014, artinya Pemerintah Kota Tasikmalaya memiliki kewajiban untuk menjalankan perintah perda tata nilai ekonominya secara syariah.
“MES,Bank Indonesia, OJK, BPRS dan pihak lain disini bisa bergerak bersama, namun komitmen pemerintah sangat menentukan nasib ekonomi syariah, kalau didukung oleh Wali Kota ekonomi syariah bisa maju lebih cepat, ” kata, Prof Kartawan.
Selain itu dengan Bank Indonesia MES juga memiliki kegiatan ekonomi di masyarakat, kajianya telah dilakukan dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI). Secara teknis MES bertugas dan telah mebimbing memberikan pelatihan pelatihan terhadap wira usaha, produknya di produksi oleh warga Tamansari berupa Raginang Oyek.
Kemasanya dibantu oleh Generasi Baru Indonesia (GenBI). GenBI merupakan komunitas mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia, sehingga menghasilkan produk yang bisa tampil di pasar dengan kemasan siap bersaing. Tolok ukurnya berdasarkan data Dukcapil, jumlah penduduk muslim di Indonesia pada semester pertama tahun 2024 sebanyak 245.973.915 jiwa atau 87,08 persen dari total penduduk Indonesia.
Dari total penduduk muslim 245.973.915 jelas akan memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.
“Ekonomi Syariah bisa tumbuh pesat kuncinya ada di Presiden, Gubernur dan juga Bupati, Wali Kota. Kalau ada komitmen Presiden, Gubernur, hingga Bupati dan Wali Kota, ekonomi syariah akan maju pesat,” ujarnya.
Dalam kajian bulanan Ketua PD MES Tasikmalaya,Prof Kartawan mendatangkan narasumber Direktur Utama BPRS Almadinah Tasikmalaya, M Kharudin Yasin dan Kepala BI Tasikmalaya Laura Rulida Eka Sari Putri.
Ketua PD MES Tasikmalaya Prof Kartawan juga memberikan penghargaan kepada dua narasumber Kepala Bank Indonesia dan juga kepada Direktur Utama BPRS Almadinah Tasikmalaya.
Dalam kajian bulanan Direktur Utama BPRS Almadinah Tasikmalaya memaparkan tentang ekonomi syariah secara gamlang. Bahkan beliau bersedia menjadi narasumber untuk menjelaskan apa itu ekonomi Syariah. (isl)