Categories: Ekonomi Syariah

MES Tukar Gagasan dengan Wali Kota Banjar Terpilih

BANJAR- Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Banjar menggelar pertemuan dengan Wali Kota Banjar terpilih, H. Sudarsono, pada Minggu (19/1/2025). Pertemuan yang diadakan dalam suasana ‘Ngaliwet’ ini bertujuan untuk membahas agenda penting terkait program-program yang akan dijalankan oleh wali kota dalam lima tahun mendatang, serta keberadaan MES di Kota Banjar.

Ketua MES Kota Banjar, H. Sudar, SIP, MM, menyatakan acara ini bertujuan untuk mendukung program Walikota dan Wakil Walikota Banjar terpilih. Dalam pertemuan tersebut, pengurus MES yang terdiri dari pengusaha, ulama, tokoh profesional, akademisi, anggota legislatif, dan ketua partai, melakukan dialog terbuka.

Wali Kota Banjar terpilih, H. Sudarsono, menekankan pentingnya memahami rencana pembangunan Kota Banjar ke depan.

“Kami ingin bertukar pemikiran untuk mewujudkan Kota Banjar Berdaya dengan semangat ‘Banjar Nu Urang’,” ujarnya.

Acara dimulai dengan ucapan selamat dari Ketua MES, H. Sudar. Sesi dialog dibuka dengan pemaparan program pembangunan oleh Walikota terpilih.

“Walikota akan berbagi tugas dengan Wakil Walikota. Fokus utama saya adalah di bidang ekonomi, sementara Wakil Walikota akan menangani bidang keagamaan, pendidikan, budaya, dan kemasyarakatan,” jelas H. Sudarsono.

Dalam bidang ekonomi, terdapat tiga fokus utama yang disampaikan, yaitu berdaya pangan, berdaya lokal, dan berdaya pacu. Berdaya pangan mencakup sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.

“Pada tahun 2025, kami akan membangun pasar hewan beserta rumah potong hewan halal, serta tempat penitipan hewan dengan pendanaan dari pusat. Kami juga mengusulkan pembangunan 120 titik jalur irigasi dengan dana yang sama dari pusat,” tambahnya.

Lebih lanjut, berdaya lokal akan menata potensi lokal yang akan dikembangkan, seperti Wisata Citanduy yang bekerja sama dengan BBWS, Rest Area Perhutani di tiga titik, dan pemanfaatan 700 hektar lahan untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Penguatan potensi UMKM dan pertanian juga akan melibatkan perguruan tinggi untuk kajian dan pendampingan,” jelasnya.

Sudarsono juga mengungkapkan pentingnya fokus pada ‘Berdaya Pacu’, yang berkaitan dengan investasi dan upaya mendorong program dari Provinsi dan Pemerintah Pusat agar dapat dilaksanakan di Kota Banjar.

“Kami juga berusaha agar jalur exit tol ada di Kota Banjar,” tambahnya.

Dalam penataan Gerbang Jawa Barat di Kota Banjar, ia menegaskan bahwa penataan akan mengedepankan nuansa budaya Sunda khas ‘Singaperbangsa’. “Kami mohon dukungan dari para tokoh agama dan masyarakat agar penataan dengan kearifan budaya tersebut dinilai sebagai kebudayaan,” ujarnya.

Selain itu, H. Sudarsono juga mengungkapkan usulan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Banjar agar RSUD direlokasi ke tempat lain, sementara bangunan RSUD yang ada saat ini dapat dijadikan Rumah Sakit paru-paru atau Rumah Sakit Spesialis lainnya. IDI juga meminta pemerintah untuk menyediakan beasiswa bagi dokter spesialis.

“Rencana kami juga termasuk membangun ‘one stop service’ pelayanan kesehatan, menyediakan tempat untuk klinik-klinik yang ada di Kota Banjar agar tertata dengan manajemen satu atap,” tambahnya.

Pemaparan Walikota terpilih, H. Sudarsono, disambut antusias oleh para pengurus MES Kota Banjar.

“Cara komunikasi beliau yang langsung berdialog dan memaparkan berbagai rencana pembangunan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat diapresiasi positif oleh seluruh peserta dialog,” ungkap salah satu pengurus.

Pengurus MES Kota Banjar, Sufian Munawar memberikan banyak masukan kepada Walikota, terutama terkait program penguatan generasi muda.

“Kami juga membahas pemanfaatan pelaku industri animasi Kota Banjar untuk promosi wisata dan produk Kota Banjar, pelatihan UMKM agar tidak terkesan seremonial, penataan pertanian secara khusus untuk pengembangan organik, serta pembentukan BPRS,” katanya.

Kesepakatan pemikiran yang krusial juga mencakup penanganan rentenir dan pembinaan ASN yang terjerat hutang. “Kami berharap atmosfer usaha dan daya beli masyarakat Kota Banjar menjadi lebih baik. Dana CSR akan dialokasikan untuk penanganan ini dengan melibatkan MES dan BAZNAS,” tambah Deni Herdiandi.

Acara yang dipandu oleh moderator Anton Nurman S ini ditutup dengan penandatanganan lembar pemesanan ukuran rompi seragam MES dan doa.

“Kami berharap kerjasama ini dapat terus terjalin demi kemajuan Kota Banjar,” tutup Anton, pengurus MES lainnya di Kota Banjar. (Cep/isl)