MEDAN- Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup berbalik arah di zona merah pada perdagangan Senin, (8/9/2025).
Koreksi IHSG terjadi usai Presiden Prabowo mengumumkan reshuffle Kabinet Merah Putih. Saat reshuffle kabinet itu, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa sebagai menteri keuangan menggantikan Sri Mulyani.
IHSG pun turun cukup dalam usai pengumuman reshuffle kabinet itu. Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup turun 1,28% ke posisi 7.766,84. Indeks LQ45 melemah 2,03% ke posisi 783,59. Sebagian besar indeks saham acuan merosot.
Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.934,99 dan level terendah 7.766,84. Sebanyak 451 saham melemah sehingga menekan IHSG. 232 saham menguat dan 121 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan 2.231.204 kali dengan volume perdagangan 36,7 miliar saham. Transaksi harian saham mencapai Rp 20,2 triliun. Dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.327.
Dosen Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Al-Azhar Medan, Ahmad Muhajir,S.E.,M.E.I mempunyai pandangan turunnya nilai IHSG berkaitan dengan kejadian resuffle kabinet.
“Angka IHSG melemah dipicu karena adanya resuffle kabinet,” ujar Muhajir.
Muhajir menjelaskan, hal itu terjadi karena pasar merespons negatif mengenai ketidakpastian ekonomi negara. “Besar kemungkinan pasar merespons sangat negatif, karena melihat ketidakpastian dan risiko ke dapan mengenai stabilitas ekonomi,” lanjut Muhajir.
Menurut dia, pasar bekerja berdasarkan ekspektasi dan persepsi risiko. Oleh karena itu, Muhajir menambahkan, wajar saja jika ada pelemahan IHSG.
dinamika pergantian Sri Mulyani dari jabatan menteri keuangan menyebabkan IHSG langsung berada di zona merah dari zona positif.
“Dinamika pergantian Sri Mulyani dari jabatan Menteri Keuangan membuat pasar melakukan aksi jual,” ujar Muhajir
Muhajir juga menuturkan investor akan bersikap menunggu perkembangan lanjutan sebelum mengambil langkah agresif.
“IHSG berpotensi cenderung tertekan untuk sepekan ke depan setelah adanya reshuffle kabinet, arah kebijakan dari Menteri baru jadi belum pasti, pasar akan berpola wait and see,” ujarnya
Muhajir juga menambahkan peluang tetap ada bagi investor dengan mempertimbangkan saham-saham berfundamental kuat. Saham perbankan besar disebut menarik untuk diperhatikan apabila terjadi koreksi harga akibat reaksi jangka pendek dari pasar.
Dampak reshuffle ini tidak hanya terbatas pada IHSG, tetapi juga menciptakan volatilitas pada saham-saham blue chip dan sektor keuangan, menunjukkan sensitivitas pasar terhadap kepastian politik dan kebijakan ekonomi pemerintah baru.