Categories: Edukasi

Dinas Pendidikan Sosialisasi di SMP Agar Tidak Terlibat Geng Motor

ASAHAN- Kepala Dinas Pendidikan Asahan berikan sosialisasi hukum dampak dan bahayanya geng motor kepada pelajar di Asahan terkhusus tingkatan Sekolah Menengah Pertama (SMP),Kamis (16/01/2025)

Dalam hal ini kepala Dinas Pendidikan Asahan melakukan sosialisasi dengan mendatangi semua sekolah SMP se Kabupaten Asahan dimana hal ini juga bekerjasama dengan para pengacara FIND and Fatner sebagai narasumber dampak hukum terhadap anak dibawah umur.

Kepala Dinas Pendidikan Asahan Ady Putra Parlaungan Pasaribu.S,AP.M.AP yang diwakili oleh Kabid SMP Mursaid.S,pd.S.E dalam arahanya kepada siswa siswi ia sangat menyayangi para pelajar di Asahan sehingga jangan sampai terlibat geng motor.

“Dinas Pendidikan kemarin sudah mendeteksi bahwa ada beberapa pelajar terlibat perkumpulan Geng Motor,maka kami meminta agar anak-anak jangan lagi ada perkumpulan geng motor,”ucap Kabid SMP dalam penyampaiannya diruang kelas SMPN2 Kisaran.

Dalam kesempatan ini juga para pelajar ikut serta sepakat menolak geng motor yang menurut mereka sudah meresahkan masyarakat dimana para pelajar ikut menandatangani petisi berisi penolakan geng motor di lingkungan sekolah.

Senada disampaikan oleh pemateri yakni Deny Royhan.SH dan Munandar SH. dengan memaparkan pandangan hukum tentang bahayanya Geng Motor dan ia meyakini kepada pelajar bahwa pelajar yang ikut kejahatan maka ia akan tetap dihukum namun setiap pelajar harus menjalankan sistem peradilan anak.

“Saya berharap adik-adik tidak terlibat kejahatan geng motor jika ada yang mengetahui keberadaan geng motor dilingkungan sekolahnya maka laporkan ke saya dan kami akan menindaklanjuti dengan melakukan pembinaan serta pengawasan,”ujar Deny Royhan SH.

Antusias pelajar terlihat semangat mengikuti sosialisasi menolak geng motor dilingkungan pendidikan dan siap bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Asahan apabila melihat rekan pelajarnya terlibat geng motor maka mereka para pelajar akan melapor ke bapak ibu guru. (isl)