MATARAM – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengaku terpukul atas operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ), yang juga menjabat sebagai Ketua DPW PAN NTB.
Lalu Ahmad Zaini diketahui baru sekitar tiga bulan memimpin PAN NTB setelah dilantik langsung oleh Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, pada 17 April 2026. Penunjukan tersebut dilakukan setelah LAZ memenangkan Pilkada dan menjabat sebagai Bupati Lombok Barat.
Namun, perjalanan politiknya sebagai ketua partai di tingkat provinsi harus terhenti sementara setelah KPK menangkapnya dalam OTT di rumah dinas bupati pada Senin (20/7/2026).
Wakil Ketua II DPW PAN NTB, H. Muhammad Aminurlah atau Bang Maman, mengatakan seluruh jajaran partai masih berduka dan belum mengambil keputusan terkait langkah organisasi.
“Masih berkabung ini. Kami sedih melihat ketua kami mengalami musibah dan masalah seperti ini,” ujarnya.
Menurut Maman, dalam waktu dekat DPW PAN NTB akan menggelar rapat internal untuk menentukan sikap sambil menunggu perkembangan proses hukum yang berjalan.
Ia menilai Lalu Ahmad Zaini dikenal sebagai sosok yang tegas dan memiliki semangat kerja tinggi sehingga kabar OTT tersebut mengejutkan banyak kader.
“Kita harus mengambil pelajaran dari peristiwa ini. Sebagai politisi kita harus lebih berhati-hati,” katanya.
KPK mengamankan Lalu Ahmad Zaini hanya beberapa jam setelah menghadiri acara nonton bareng final Piala Dunia 2026 bersama masyarakat.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya operasi tangkap tangan yang dilakukan di wilayah Kabupaten Lombok Barat.
Menurut KPK, perkara tersebut diduga berkaitan dengan penerimaan uang yang berhubungan dengan proyek-proyek pemerintah daerah.
Dalam operasi itu, penyidik juga menyita uang tunai senilai ratusan juta rupiah beserta sejumlah dokumen yang diduga berkaitan dengan perkara yang sedang diselidiki. KPK turut menyegel ruang kerja Bupati Lombok Barat serta ruang kerja Kepala Dinas PUPR.
Dalam rangkaian OTT tersebut, KPK mengamankan 19 orang. Dari jumlah itu, 7 orang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Meski penangkapan tersebut menghebohkan lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, pelayanan publik oleh aparatur sipil negara (ASN) tetap berlangsung seperti biasa.
Lalu Ahmad Zaini tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, sekitar pukul 22.01 WIB, Senin malam.
Ia tampak mengenakan kemeja biru muda, jaket krem, celana chino krem, sepatu olahraga, topi, dan masker putih. Selama berjalan menuju ruang pemeriksaan, LAZ memilih tidak memberikan pernyataan kepada awak media.
Hingga saat ini, KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap para pihak yang diamankan untuk menentukan status hukum mereka sesuai ketentuan yang berlaku. (r/isl)