JAKARTA – Nama Irjen Pol Totok Suharyanto menjadi sorotan setelah memimpin langsung penggeledahan di 12 lokasi di Jakarta dan sekitarnya yang berkaitan dengan penyidikan sejumlah perkara dugaan tindak pidana korupsi.
Dalam operasi yang digelar pada Rabu (8/7/2026), tim gabungan Kortas Tipidkor Polri dan Polda Metro Jaya menggeledah sejumlah kantor, perusahaan, kafe, money changer, apartemen, hingga rumah mewah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Salah satu temuan terbesar berasal dari sebuah rumah di kawasan Parahyangan Golf 2, Sentul. Di lokasi tersebut, penyidik menemukan sebuah brankas berisi tujuh koper yang berisi aset bernilai fantastis.
Irjen Pol Totok Suharyanto mengungkapkan, barang bukti yang diamankan meliputi 74 kilogram emas batangan, 4.767.300 dolar Amerika Serikat, 14.083.800 dolar Singapura, serta uang tunai Rp100 juta. Total nilai aset tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp476 miliar.
Selain itu, dari penggeledahan di Kafe de’Clan Signature dan Koin Money Changer di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, penyidik juga menyita uang tunai senilai Rp67,2 miliar dalam berbagai mata uang.
Penggeledahan dilakukan sebagai bagian dari penyidikan terhadap tiga perkara yang menjadi perhatian pemerintah, yakni dugaan korupsi yang berkaitan dengan PT PLN (Persero), PT Asabri (Persero), dan PT Krakatau Steel. Sebanyak 12 lokasi diperiksa untuk mengumpulkan alat bukti yang diperlukan dalam proses penyidikan.
Tim gabungan Kortas Tipidkor Polri dan Polda Metro Jaya menggeledah:
Irjen Pol Totok Suharyanto merupakan perwira tinggi Polri berpangkat Inspektur Jenderal atau jenderal bintang dua. Sejak 27 Februari 2026, ia menjabat sebagai Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kakortas Tipidkor) Polri, menggantikan Irjen Pol Cahyono Wibowo.
Kortas Tipidkor merupakan struktur baru di lingkungan Polri yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 122 Tahun 2024 untuk memperkuat penanganan dan pemberantasan tindak pidana korupsi.
Lahir di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 29 Oktober 1972, Totok merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Kariernya banyak dihabiskan di bidang reserse kriminal dan pemberantasan korupsi.
Beberapa jabatan strategis yang pernah diembannya antara lain:
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Totok Suharyanto terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 3 Desember 2025 dengan total kekayaan sekitar Rp2,4 miliar. (bc)