Medan – Pasangan pengantin Aldi dan Ayesa mencatat pengalaman yang tak biasa usai melangsungkan akad nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Perjuangan. Keduanya dipercaya menjadi model pengantin dalam Lomba Khutbah Nikah dan Pensyarahan yang digelar Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Provinsi Sumatera Utara dalam rangka Milad APRI ke-7, Rabu (22/7/2026).
Melalui kegiatan tersebut, Aldi dan Ayesa menerima khutbah nikah, nasihat perkawinan, serta doa dari 25 penghulu yang menjadi peserta lomba. Pengalaman itu menjadi momen langka karena untuk pertama kalinya mereka memperoleh pembekalan rumah tangga dari puluhan penghulu dalam satu hari.
Lomba yang diikuti para penghulu dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara itu dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, H. Ahmad Qosbi, S.Ag., M.M., dan ditutup oleh Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kanwil Kemenag Sumut, H. Sakoanda Siregar, S.Ag.
Sebelum ditetapkan sebagai model pengantin, Aldi dan Ayesa terlebih dahulu mengikuti proses seleksi yang dilakukan panitia. Penilaian meliputi kemampuan membaca Al-Qur’an serta praktik thaharah. Setelah dinyatakan memenuhi kriteria, pasangan asal KUA Medan Perjuangan itu dipercaya mendampingi jalannya lomba yang diikuti 25 perwakilan Pengurus Cabang APRI se-Sumatera Utara.
Selama perlombaan berlangsung, setiap peserta secara bergantian menyampaikan khutbah nikah dan pensyarahan yang berisi pesan tentang pentingnya membangun rumah tangga berlandaskan keimanan, kasih sayang, tanggung jawab, serta komunikasi yang baik. Di akhir penyampaian, seluruh penghulu juga memanjatkan doa agar pasangan tersebut senantiasa memperoleh keberkahan dan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.
Kepala KUA Kecamatan Medan Perjuangan, H. Ramlan, M.A., menyampaikan rasa bangga atas terpilihnya pasangan dari wilayah kerjanya sebagai model pengantin dalam ajang tersebut.
“Ini merupakan pengalaman yang sangat langka dan mungkin menjadi yang pertama terjadi. Pasangan pengantin mendapatkan khutbah nikah, nasihat perkawinan, dan doa dari 25 penghulu dalam satu hari. Kami berharap seluruh pesan yang disampaikan dapat menjadi bekal berharga untuk membangun keluarga yang harmonis, kokoh, dan penuh keberkahan,” ujar Ramlan.
Menurutnya, kegiatan yang diselenggarakan PW APRI Sumatera Utara bukan hanya menjadi ajang peningkatan kompetensi penghulu dalam menyampaikan khutbah nikah dan pensyarahan, tetapi juga memperkuat peran penghulu dalam memberikan pembinaan kepada calon pengantin dan pasangan yang baru menikah.
“Semoga Aldi dan Ayesa senantiasa menjaga komitmen dalam membina rumah tangga sesuai tuntunan agama serta menjadi teladan bagi pasangan muda lainnya dalam mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah. Kami juga mengapresiasi APRI Sumatera Utara yang telah menghadirkan kegiatan edukatif dan bermanfaat seperti ini,” pungkasnya. (r/isl)