TERNATE – Banjir bandang menerjang Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, Minggu (25/8). Sebanyak 14 orang meninggal dunia dan 5 orang masing dinyatakan hilang dalam insiden musibah tersebut.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya, menuturkan bencana ini bermula dari hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Ternate, Minggu (25/8) pukul 03.30 WIT.
Hal ini, katanya, memicu terjadinya banjir bandang di Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate.
Berdasarkan laporan yang diterima oleh BNPB, banjir ini juga menyebabkan kerusakan material dengan 10 unit rumah rusak berat (RB).
Hingga saat ini, upaya penanganan di lokasi bencana terus dilakukan. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Ternate bersama instansi terkait telah dikerahkan untuk melakukan evakuasi korban dan kaji cepat dampak bencana.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara juga telah melakukan koordinasi dengan BPBD Kota Ternate guna mempercepat penanganan di lapangan.
Abdul menyebut kebutuhan mendesak di lokasi terdampak meliputi tenda pengungsi, light tower, selimut, matras, terpal, kasur lipat, dan sembako. Tim di lapangan juga sedang melakukan pendataan lebih lanjut untuk memastikan jumlah korban terdampak dan kerusakan yang terjadi.
Menurutnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi hujan dengan intensitas tinggi masih mungkin terjadi di wilayah Kota Ternate dan sekitarnya dalam beberapa hari ke depan.
“Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang terkait potensi banjir susulan.”
Badan SAR Nasional (Basarnas) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara bertambah menjadi 14 orang.
“Jumlah korban meninggal dunia 14 orang,” kata Kepala Basarnas Kota Ternate, Maluku Utara Fathur Rachman dalam keterangannya, Senin (26/8).
Kemudian, korban selamat dilaporkan terdapat delapan orang. Sementara korban yang dinyatakan hilang dan dalam pencarian tercatat lima orang.
“Jumlah korban akan kami terus kami update laporkan pada Lapbang selanjutnya,” ucap Fathur.(cnni/bj)