Nasional

Pemerintah Pastikan Stok Pangan dan BBM Aman Meski Konflik Timur Tengah Memanas

JAKARTA – Pemerintah memastikan stok pangan dan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman meskipun terjadi ketegangan di kawasan Timur Tengah. Masyarakat pun diminta tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa konflik di Timur Tengah tidak memengaruhi ketersediaan pangan di Indonesia. Menurutnya, stok berbagai komoditas utama masih mencukupi dengan harga yang relatif terjangkau.

“Mau beras, jagung, telur, ikan, ayam semuanya cukup,” ujar Zulhas di Kompleks Parlemen, Jakarta, Minggu (15/3/2026).

Ia mengakui harga cabai sempat naik pada awal Ramadan. Namun saat ini harga mulai turun dan kembali stabil. Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai langkah untuk menekan potensi kenaikan harga menjelang Lebaran.

Beberapa langkah tersebut antara lain menggelar pasar murah serta memberikan subsidi transportasi distribusi pangan oleh pemerintah daerah, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga kelurahan. Pemerintah pusat juga menyiapkan program subsidi seperti diskon tiket kereta dan pesawat.

Selain pangan, Zulhas memastikan stok BBM nasional juga aman meskipun konflik di Timur Tengah masih berlangsung. Saat ini cadangan BBM nasional dipastikan cukup hingga sekitar 30 hari ke depan.

Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebut stok 11 komoditas pangan strategis berada dalam kondisi sangat baik, khususnya beras.

Stok beras nasional saat ini mencapai sekitar 4 juta ton dan diperkirakan meningkat hingga 5 juta ton pada April 2026. Dengan jumlah tersebut, cadangan beras dinilai mampu memenuhi kebutuhan nasional hingga 324 hari.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan bahwa stok beras yang dikelola Bulog telah mencapai 3,9 juta ton hingga pertengahan Maret 2026. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam sejarah pencatatan stok beras pada bulan Maret.

Bulog memperkirakan stok beras nasional masih akan meningkat hingga lebih dari 4,2 juta ton bahkan 4,3 juta ton pada akhir Maret.

Untuk menjaga stabilitas harga menjelang Lebaran, Bulog bersama pemerintah juga menggelar program Gerakan Pangan Murah secara nasional. Program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, dan sejumlah kementerian.

Di sektor energi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut cadangan berbagai jenis BBM nasional berada di atas batas minimal yang ditetapkan.

Cadangan Pertalite tercatat mencapai 24,39 hari, Pertamax 28 hari, Pertamax Turbo 31 hari, sementara avtur mencapai 38 hari.

Ia juga memastikan stok LPG tetap aman meskipun rantai distribusi global mengalami dinamika. Pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario untuk menjamin pasokan, termasuk membuka kontrak tambahan dengan Amerika Serikat dan negara lain seperti Australia.

Dengan kondisi tersebut, Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengimbau masyarakat agar tidak khawatir dan tidak melakukan panic buying.

“Masyarakat tidak usah khawatir, khususnya terhadap harga BBM yang selama ini dalam subsidi pemerintah,” ujar Kapolri saat kegiatan Safari Ramadan di Surabaya.

Ia memastikan stok dan distribusi BBM telah diatur dengan baik sehingga kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia tetap terpenuhi. (isl)