BULUKUMBA – Polemik pelayanan kesehatan di Puskesmas Bontobahari yang disoroti Lembaga Gerakan Intelektual Satu Komando (GISK) dan PATI setelah munculnya tantangan dari salah satu Petugas Puskesmas Bontobahari yang tak lain adalah Driver Ambulance, akhirnya berujung perdamaian.
Sekedar mengingatkan, sorotan tersebut terjadi sejak 26 Oktober 2024 lalu, dan kini berhasil diredakan setelah munculnya Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bulukumba, Fahidin melalui RDP di Komisi D pada Jumat (6/12/2024) lalu.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bulukumba menyampaikan secara tegas kepada Kadis Kesehatan, bahwa persoalan ini harus ada titik penyelesaian jika masih ada perlawanan dari Driver Ambulance saya adalah lawan utamanya.
“Hari ini, Senin (16/12/2024), Polemik pelayanan kesehatan dan Driver Ambulance Bontobahari yang disoroti Lembaga GISK, akhirnya driver ambulance bontobahari yakni Abdul Rahman Yusuf meminta maaf kepada Lembaga Gerakan Intelektual Satu Komando GISK,” ungkap Fahidin.
Melalui permintaan maafnya di Media Sosial yang dihadiri langsung Camat Bontobahari, Bhabinkamtibmas Tanah Lemo,dan Sapolohe, Lurah Sapolohe, Dewan Pendiri GISK, Sekjend Lembaga PATI dan Ketua Umum GISK.
Abdul Rahman Yusuf yang tak lain Driver Ambulance Bontobahari, mengungkapkan Permohonan maaf kepada Lembaga GISK atas apa yang terjadi melalui media sosial saat ada kritikan di Puskesmas Bontobahari
“Hari ini saya atas Nama Abdul Rahman Yusuf Meminta maaf kepada Lembaga GISK atas peristiwa kejadian kemarin melalui sosial media atas postingan dan komentar komentar, dan hari ini saya dengan niat yang tulus mengakui khilaf dan meminta maaf dengan sebesar besarnya,” ungkap Driver Ambulance Bontobahari.
Tak hanya itu, Abdul Rahman juga menyampaikan rasa terimakasih kasih kepada Pemerintah dan Polsek Bontobahari serta Lembaga GISK dan PATI atas kehadirannya untuk menyelesaikan persoalan ini.
“Saya merasa kehadiran kita semua adalah teristimewa bagi saya dan ini salah satu pembelajaran untuk kedepan dalam menciptakan pelayanan yang terbaik untuk Kesehatan khususnya di Puskesmas Bontobahari,” ujar Abdul Rahman Yusuf
Dictempat yang sama, Ketua Umum Lembaga Gerakan Intelektual Satu Komando GISK Andi Riyal memaafkan atas apa yang telah dilakukan Driver Ambulance Bontobahari.
“Mari kita jadikan persoalan ini sebagai pembelajaran, bahwa pentingnya saling menjaga silaturahmi. Menyoroti instansi pelayanan publik tentunya itu bertujuan agar semua masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik khususnya di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Saya Pribadi selaku Ketua Umum Lembaga Gerakan Intelektual Satu Komando (GISK) telah membuka ruang dan memaafkan driver ambulance bontobahari,” urainya.
“Tak hanya itu saya juga berharap kepada seluruh Masyarakat Bulukumba dapat menanggapi persoalan ini dengan baik dan bijak,karena memaafkan seseorang itu sangat mulia dihadapan Allah,” lanjutnya.
Senada yang disampaikan Dewan Pendiri GISK, Kamaruddin juga berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bagi semua petugas pelayanan publik khususnya di Dinas Kesehatan.
“Kehadiran Lembaga GISK itu bukan Lembaga yang mencari kesalahan,tetapi mengawasi kinerja pelayanan publik dalam menciptakan pelayanan yang prima untuk Masyarakat,” tutupnya.(And)