Nasional

Sekolah Rakyat Tetap Jalan, Kemensos Pastikan Tak Terdampak Efisiensi Anggaran

JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan program Sekolah Rakyat tetap berjalan normal meski pemerintah tengah menyiapkan langkah efisiensi anggaran akibat kenaikan harga minyak dunia imbas konflik di Timur Tengah.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan, hingga saat ini program tersebut masih sesuai dengan perencanaan, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan dasar para peserta didik.

“Pada prinsipnya kita akan melihat perkembangan terlebih dahulu. Pada saatnya tentu akan diambil kebijakan yang tepat,” ujar Gus Ipul, Rabu (25/3/2026).

Ia menjelaskan, konsep Sekolah Rakyat yang menggunakan sistem asrama membuat program ini relatif tidak terdampak kebijakan penghematan, khususnya terkait penggunaan bahan bakar minyak (BBM).

“Sekolah Rakyat ini berbasis asrama. Kebutuhan siswa seperti makan sudah disiapkan tiga kali sehari ditambah dua kali makanan ringan. Untuk sementara masih berjalan sesuai rencana,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kemensos menegaskan akan tetap memprioritaskan program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Di antaranya bantuan sosial (bansos) reguler, bantuan kebencanaan, serta program respons cepat bagi keluarga yang membutuhkan.

Sementara itu, untuk mendukung efisiensi, Kemensos akan menekan pengeluaran di sektor non-prioritas. Langkah yang dilakukan antara lain pengurangan penggunaan listrik dan AC, pembatasan belanja alat tulis, hingga efisiensi kegiatan rapat.

“Hal-hal yang bisa ditunda akan kami alihkan ke kebutuhan yang lebih mendesak. Efisiensi tetap dilakukan tanpa mengganggu program utama bagi masyarakat,” pungkas Gus Ipul. (km/isl)