Nasional

WFH 1 Hari Sepekan Hampir Pasti! Pemerintah Tinggal Tentukan Hari, Sektor Vital Tetap Jalan

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memastikan kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan hampir pasti diterapkan. Saat ini, pemerintah hanya tinggal menentukan hari pelaksanaannya melalui rapat yang hasilnya akan dilaporkan kepada Presiden.

“WFH satu hari dalam seminggu, tinggal diputuskan hari apa yang akan dipilih,” ujar Tito di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Tito optimistis kebijakan ini tidak akan mengganggu produktivitas. Pemerintah, kata dia, sudah memiliki pengalaman saat pandemi Covid-19, ketika sistem kerja bahkan sempat didominasi WFH dengan kapasitas work from office (WFO) hanya 25 persen.

“Ini bukan hal baru. Kita sudah pernah menjalani saat pandemi dan tetap berjalan,” tegasnya.

Meski begitu, sektor-sektor vital dipastikan tetap beroperasi normal. Layanan kesehatan, transportasi, hingga layanan darurat dan kebersihan tidak akan terdampak kebijakan ini.

“Yang esensial seperti rumah sakit, angkutan, layanan emergensi, dan kebersihan harus tetap berjalan,” jelas Tito.

Kebijakan WFH ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap dampak krisis di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan energi. Dengan mengurangi mobilitas pekerja, pemerintah berharap konsumsi energi dapat ditekan.

Penerapan WFH satu hari dalam sepekan juga bukan hal baru di tingkat global. Sejumlah negara, seperti Filipina, telah lebih dulu menerapkan kebijakan serupa sebagai langkah mitigasi krisis. (lp/isl)