PERISTIWA

Presiden Prabowo Jenguk Korban Tabrakan KA di Bekasi, Korban Tewas Bertambah Jadi 14 Orang

BEKASI — Presiden Prabowo Subianto menjenguk para korban kecelakaan tabrakan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026) pagi.

Presiden tiba sekitar pukul 08.39 WIB dengan mengenakan baju safari krem dan peci hitam. Setibanya di lokasi, ia langsung memasuki rumah sakit untuk melihat kondisi korban yang tengah menjalani perawatan.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, serta Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono.

Usai menjenguk korban, Presiden menyampaikan keprihatinannya atas insiden tragis yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur tersebut.

“Hari ini saya datang ke rumah sakit Bekasi, tentunya kita semua prihatin dan kaget dengan kecelakaan yang telah terjadi,” ujar Presiden.

Ia juga menyampaikan belasungkawa atas nama pribadi dan pemerintah kepada para korban serta keluarga yang ditinggalkan. Presiden memastikan pemerintah akan segera melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab kecelakaan.

“Kita segera akan mengadakan investigasi kejadiannya bagaimana,” katanya.

Presiden menyebut jumlah korban terdampak mencapai sekitar 54 hingga 60 orang. Sebagian korban telah diperbolehkan pulang, sementara lainnya masih menjalani perawatan intensif.

“Sebagian sudah ada yang pulang. Hampir semuanya sudah ditangani dengan baik. Pokoknya semuanya sudah diurus dan nanti ada kompensasinya,” ujarnya.

Selain itu, Presiden juga menyoroti masih banyaknya perlintasan kereta api yang tidak dijaga. Pemerintah, kata dia, akan segera melakukan perbaikan, termasuk pembangunan flyover di sejumlah titik rawan.

“Kita perhatikan lintasan-lintasan kereta api banyak yang tidak dijaga, kita segera akan atasi,” tegasnya.

Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperbarui data korban. Hingga pukul 08.45 WIB, jumlah korban meninggal dunia meningkat menjadi 14 orang.

“Data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia. Korban telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi,” ujar Bobby Rasyidin.

Jumlah korban luka juga bertambah menjadi 84 orang, baik luka ringan maupun berat. Seluruh korban telah dievakuasi ke berbagai rumah sakit di sekitar Bekasi, di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban dan keluarga.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban meninggal dunia dan keluarga yang ditinggalkan, serta kepada seluruh pelanggan yang terdampak,” ujarnya.

Akibat insiden tersebut, KAI juga membatalkan 13 perjalanan Kereta Api Jarak Jauh pada Selasa (28/4/2026). Langkah ini diambil untuk mengutamakan keselamatan serta mendukung proses penanganan di lokasi kejadian.

Sejumlah perjalanan yang dibatalkan antara lain KA Gunungjati, KA Purwojaya, KA Madiun Jaya, KA Argo Sindoro, KA Mataram, KA Gumarang, KA Singasari, KA Jayabaya, KA Manahan, KA Progo, KA Argo Anjasmoro, dan KA Menoreh.

Kecelakaan terjadi pada Senin (27/4/2026) malam di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi. Berdasarkan keterangan awal, KRL yang terlibat kecelakaan sedang dalam kondisi berhenti setelah sebelumnya tertemper kendaraan di perlintasan sebidang.

Kementerian Perhubungan menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut dan memastikan proses evakuasi dilakukan dengan cepat. Investigasi juga tengah dilakukan bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

Hingga kini, proses evakuasi dan penanganan masih berlangsung, sementara aparat terkait terus bekerja di lokasi guna memastikan situasi terkendali dan penanganan korban berjalan optimal. (r/isl)