DELI SERDANG- Pengurus Daerah Mathla’ul Anwar Kabupaten Deli Serdang turut serta dalam kegiatan “Penguatan Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan” yang diselenggarakan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang melalui Seksi Bimas Islam Rabu, (25/6/2025) bertempat di Aula Kantor Kemenag Deli Serdang.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Deli Serdang, Dr. H. Saripuddin Daulay, S.Ag., M.Pd dan diinisiasi langsung oleh Kasi Bimas Islam.
Acara ini dihadiri oleh para kepala seksi dan penyelenggara, dengan total peserta berjumlah 40 orang yang terdiri dari 11 Kepala KUA Kecamatan, 14 Penyuluh Agama Islam, 8 perwakilan dari ormas/lembaga keagamaan Islam, 1 dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Ketua Dharma Wanita Kemenag Deli Serdang Ny. Ermida Saripuddin Daulay, Ketua BAZNAS Deli Serdang, dan 4 orang dari tim Humas Kemenag.
Dalam sambutannya, Kakan Kemenag menyampaikan bahwa konflik sosial tidak hanya berdimensi agama, tetapi juga bisa muncul dari aspek budaya, politik, dan ekonomi. Namun demikian, dalam konteks Kementerian Agama, tugas utama adalah mendeteksi konflik sosial yang berdimensi keagamaan.
“Konflik sosial dan keagamaan itu ibarat dua sisi mata uang. Nilai-nilai agama memuat nilai-nilai sosial, begitu juga sebaliknya. Ketika keduanya bergesekan, di situlah kita harus hadir sebagai alarm dini,” tegas kakan.
Kakan Kemenag juga menekankan bahwa gesekan antarindividu, kelompok, maupun organisasi yang bernuansa agama harus segera diantisipasi melalui deteksi dini yang cermat dan sistematis. Menurutnya, semua upaya ini bermuara pada penguatan moderasi beragama yang menjadi salah satu nilai utama dalam Asta Protas Kementerian Agama.
“Moderasi beragama itu tidak statis. Seperti iman, ia naik turun. Oleh karena itu, harus terus dipelihara dan diteguhkan,” tambahnya. Kakan Kemenag kembali menegaskan pentingnya kesiapsiagaan semua pihak. “Jangan kita baru hadir setelah konflik membesar. Siapkan sistem dan koordinasi sejak awal. Siapkan payung sebelum hujan,” tutup Kakan.
Kasi Bimas Islam, H. Mulia Banurea, S.Ag., M.Si., membahas urgensi membangun sistem deteksi dan cegah dini konflik secara menyeluruh dan berjenjang. Materi merujuk pada data dan praktik baik Kemenag dari berbagai wilayah, yang menekankan pentingnya peran penyuluh agama, tokoh lintas iman, serta ormas keagamaan sebagai agen resolusi konflik.
Ketua PD Mathla’ul Anwar Deli Serdang, H. Ahmad Taufik Lubis mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Kakan Kemenag Deli Serdang. “PD Mathla’ul Anwar sebagai ormas Islam siap berperan dalam mendeteksi dini konflik berdimensi keagamaan,” ujarnya.
Mathla’ul Anwar mengapresiasi Kakan Kemenag Deli Serdang , yang menyanjung Mathla’ul Anwar yang sangat dibutuhkan dalam peran keagamaan dan kesosialan.
Ada beberapa isu pemantik konflik antar dan intra agama di Indonesia, seperti ekspresi keagamaan, konflik rumah ibadah, hingga penyesatan ajaran. Langkah-langkah identifikasi, verifikasi, dan pengolahan data dijelaskan sebagai bagian dari pendekatan strategis yang berbasis kolaborasi dan analisis komprehensif. Selain itu, ada pendekatan mediasi, dialog, serta pentingnya membangun sistem komunikasi keagamaan yang humanis dan damai.
Kegiatan juga diselingi dengan sesi Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas strategi pencegahan konflik, penghentian konflik, dan pemulihan pascakonflik.