DELI SERDANG – Komunitas Shaff Pemuda Kolaborasi Masjid Nurul Hidayah MMTC menggelar kajian bertajuk Shaff Warrior di Masjid Nurul Hidayah, Pasar Raya MMTC, Sabtu (18/4/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung ba’da Maghrib hingga selesai ini menghadirkan Ustadz Rahmad Gustin sebagai pemateri, dengan mengangkat tema “Masjid dan Kejayaan Islam”. Kajian berlangsung selama kurang lebih 30 menit dan diikuti oleh jamaah sholat Maghrib dan Isya.
Pengurus Shaff Warrior, Iqbal, menyampaikan bahwa kegiatan ini akan menjadi agenda rutin yang digelar dua kali dalam sebulan, tepatnya setiap malam Ahad.
Dalam penyampaiannya, Ustadz Rahmad Gustin menekankan pentingnya peran masjid sebagai episentrum peradaban Islam. Ia menyebutkan beberapa poin utama yang harus dimiliki sebuah masjid agar dapat berfungsi optimal.
Pertama, masjid harus ramai dengan pelaksanaan sholat fardhu berjamaah. “Percuma masjid indah jika tidak ada jamaah sholatnya,” tegasnya.
Kedua, masjid perlu menghidupkan kajian-kajian ilmiah. Menurutnya, semua bidang keilmuan dapat berkontribusi dalam memakmurkan masjid.
Ketiga, peran aktif pemuda menjadi kunci penting. Ia mencontohkan keberhasilan masjid yang dikelola oleh pemuda, seperti Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi, Jawa Barat.
“Biasanya kalau orang tua aktif, gerakannya terbatas. Hadirnya Shaff Warrior di Masjid Nurul Hidayah diharapkan menjadi elemen yang menguatkan,” ujarnya.
Keempat, masjid harus memiliki kegiatan sosial dan tidak hanya fokus pada pengelolaan kas semata, tetapi juga memperhatikan kondisi masyarakat sekitar.
Secara khusus, Ustadz Rahmad Gustin menilai Masjid Nurul Hidayah memiliki dua modal besar untuk menjadi episentrum kebangkitan peradaban Islam.
Pertama, masjid ini merupakan “masjid perjuangan” yang telah diperjuangkan oleh umat Islam sejak tahun 2005. Kedua, lokasinya yang strategis karena berada dekat pusat aktivitas masyarakat, sehingga mendukung penguatan operasional dan syiar Islam.
Ia berharap dari masjid akan lahir duta-duta Islam yang mampu mendorong kebangkitan peradaban. “Orang-orang sholeh tidak hanya beribadah di masjid, tetapi juga aktif di luar. Sujudnya kita di masjid, sujud juga di kantor,” ungkapnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris BKM Buya Rafdinal, jajaran pengurus, imam masjid, serta jamaah yang mengikuti sholat Maghrib dan Isya.(Isl)