MEDAN- Gelombang perlawanan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Cipayung Plus Sumatera Utara (PMII, GMNI, IMM, KAMMI, GMKI) melaksanakan aksi unjuk rasa dan sosialisasi perlawanan bersama di depan Kantor KPPG (Kantor Pengelola Program Gizi) Medan, Selasa (10/3/2026).
Aksi ini merupakan respons atas dugaan carut-marutnya pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Sumatera Utara yang dinilai gagal total dan membahayakan keselamatan rakyat.
Kegagalan Total dan Dugaan “Korupsi Gizi”
Dalam orasinya, massa aksi menyoroti berbagai temuan krusial di lapangan yang dianggap mencederai mandat program nasional tersebut.
Cipayung Plus Sumut secara tegas menyatakan bahwa program MBG di Sumatera Utara tidak hanya lamban dalam pembangunan infrastruktur pendukung, tetapi juga lemah dalam pengawasan.
“Masa depan bangsa sedang berada di titik gelap. Kami menemukan indikasi kuat adanya korupsi gizi yang merupakan pelanggaran hak asasi manusia berat. Uang rakyat yang seharusnya kembali ke rakyat dalam bentuk nutrisi, justru diduga menjadi bancakan para mafia dapur,” ujar Bana Selaku Koordinator Aksi.
Beberapa poin utama yang menjadi dasar tuntutan mereka antara lain:
* Adanya ketidaksesuaian antara anggaran yang dikucurkan dengan kualitas makanan yang diterima siswa.
* Mengecam keras temuan makanan berulat dan beracun yang muncul di beberapa wilayah di Sumatera Utara.
* Dugaan Adanya upaya pembungkaman terhadap pihak-pihak yang mencoba melaporkan kejanggalan di lapangan.
Hastag utama yang diusung dalam aksi ini adalah #DonalOut dan #DadanOut. Aliansi mendesak agar Kepala KPPG Medan segera dievaluasi total dan mundur dari jabatannya sebagai bentuk tanggung jawab moral dan administratif atas gagalnya pengelolaan program.
“Kesehatan rakyat jauh lebih penting dari jabatan apa pun. Nyawa bukan permainan! Kami menuntut transparansi data seluruh pejabat yang terlibat dalam rantai pasok program MBG di Sumut,” tegas Koordinator Aksi.
Selain melakukan unjuk rasa, Cipayung Plus Sumut juga meluncurkan sosialisasi “Kawasan Bebas Mengadu”. Mereka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak takut bersuara jika menemukan kecurangan.
Sebuah layanan pengaduan melalui nomor WhatsApp 088277009897 diperkenalkan sebagai kanal resmi Cipayung Plus Sumut bagi rakyat Sumatra Utara untuk melaporkan temuan terkait kualitas makanan, praktik markup, maupun mafia pengelola dapur MBG untuk dikawal bersama dalam gerakan kolektif rakyat Sumatra Utara.
Aliansi berkomitmen untuk mengawal setiap laporan masyarakat hingga tuntas demi menyelamatkan uang negara dari “tikus-tikus” program MBG.
Aksi yang berlangsung hingga sore hari ini ditutup dengan simbolisasi keprihatinan atas kondisi gizi anak bangsa. Cipayung Plus Sumut menegaskan senantiasa terus melakukan konsolidasi akbar jika tuntutan mereka untuk perbaikan sistem dan pencopotan pejabat terkait tidak segera dipenuhi oleh pemerintah pusat maupun daerah. (r/isl)