5 Cendekiawan Nahdliyin Sowan ke Presiden Israel saat Gempuran Genosida Gaza Terjadi

Nasional72 Dilihat

JAKARTA – Di tengah genosida oleh Zionis Israel terhadap warga Gaza Palestina, sejumlah intelektual muda Nahdliyin diam-diam berkunjung ke negara pendudukan Israel.

Dalam foto yang diperoleh dari akun instagram @zenmaarif, para intelektual muda tersebut bertemu dengan Presiden Israel Isaac Herzog. Tidak diketahui persis kapan kunjungan para intelektual muda Nahdliyin tersebut. Informasi yang diperoleh, mereka berada di Israel selama pekan lalu.

Media pada Minggu (14/7/2024) mencoba menghubungi Gus Syukron Makmun, salah satu peserta rombongan tersebut. Namun, dirinya enggan berkomentar lebih jauh tentang kunjungannya ke Israel.

Selain Gus Syukron, tampak dalam foto itu sejumlah tokoh muda lainnya yaitu Dr Zainul Maarif, Munawir Aziz, Nurul Bahrul Ulum, dan Izza Annafisah Dania.

Dari pantauan bhinekanews.id, akun instagram @zenmaarif saat ini di-private.

Diketahui, Indonesia memang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Kunjungan semacam ini, menurut informasi, dilakukan secara diam-diam melalui perantara yang bisa menghubungkan layatan semacam ini dengan pemerintah Israel langsung.

BACA JUGA :  Danramil Sawit Dampingi Bulog ke CV. Mitra Tani

PBNU: Mereka Tak Paham Geopolitik

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Savic Ali menyesalkan lima Nahdliyin yang bertemu Presiden Israel Isaac Herzog. Kunjungan itu dinilai sebagai tindakan orang yang tak memahami geopolitik, tak mengerti kebijakan NU secara organisasi, serta perasaan seluruh warga NU. Savic menegaskan, kunjungan kelima warga NU tidak atas nama organisasi.

PBNU juga belum mengetahui atas dukungan pihak mana mereka berangkat ke Israel.

“Kemungkinan kunjungan mereka atas nama pribadi. Kita tidak tahu tujuannya apa dan siapa yang mensponsorinya. Ini tindakan yang disesalkan,” katanya Minggu (14/7/2024) malam.

Savic menambahkan, meskipun mengatasnamakan kunjungan pribadi, mereka dikenal sebagai warga dan bahkan aktivis NU. Hal itu akan memperburuk citra NU di mata publik. Padahal, sambungnya, sikap PBNU dan Nahdliyin sangat jelas sampai saat ini, yaitu berdiri di sisi Palestina dan mengecam agresi militer Israel.

BACA JUGA :  Menangkan Warga, MA Hukum Perusahaan Pencemar Lingkungan di Sukoharjo

“Israel sampai saat ini tak mengakui Palestina dan terus melakukan agresi militer yang memakan ribuan korban jiwa. Israel masih menjatuhkan bom dan peluru kepada warga Palestina. Korbannya banyak sekali, warga sipil,” katanya.

Menurut Savic, PBNU saat ini sedang berkomunikasi intensif dengan Palestina untuk membahas situasi terkini.

Ketika ditanya soal sanksi dari PBNU kepada warga yang berkunjung ke Israel itu, Savic menjelaskan, kemungkinan PBNU akan mengklarifikasi terlebih dahulu tujuan kunjungan mereka ke Israel.

“Tapi yang jelas, keberangkatan mereka sulit diterima karena melukai perasaan warga Nahdliyin. Tidak semestinya warga NU berkunjung ke Israel. Ini tindakan tidak paham geopolitik dan perasaan warga NU,” tegasnya.

BACA JUGA :  FKN Silaturahmi Dengan Menteri Kebudayaan: Merawat Identitas Bangsa, Merajut Keberagaman Nusantara

Sebelumnya, serbuan Israel di bagian selatan gubernuran Khan Yunis di Jalur Gaza telah menewaskan lebih dari 70 orang dan melukai hampir 290 lainnya, demikian keterangan kementerian kesehatan wilayah tersebut pada Sabtu (13/7/2024).

Kementerian tersebut mengatakan bahwa 20 orang gugur dan 90 orang terluka akibat serangan di wilayah Al Mawasi.

“Jumlah korban gugur dalam pembantaian mengerikan oleh Israel terhadap warga dan pengungsi di lingkungan Al Mawasi di Gubernuran Khan Yunis lebih dari 71 orang, dengan 289 terluka,” tulis pernyataan kementerian kesehatan itu.

Serangan tersebut menargetkan kepala militer gerakan Palestina Hamas, Mohammed Deif, dan komandan salah satu unit Hamas, Rafia Salam, kata Radio Angkatan Darat Israel. Saluran berita Al Arabiya melaporkan, mengutip sebuah sumber, bahwa Salam tewas dalam serangan tersebut.(rep/klt)