G20 Kompak Dukung Palestina Merdeka

Internasional41 Dilihat

MEDAN – Negara-negara anggota kelompok 20 (G20) menyampaikan kekhawatiran mereka terkait situasi di Jalur Gaza, Palestina, imbas agresi brutal Israel yang berlangsung sejak Oktober 2023 lalu.

Pernyataan itu terungkap dalam pernyataan bersama kepala negara G20 G20 Rio de Janeiro Leaders’ Declaration dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) di Brasil pada 17-18 November.

“Sembari menyampaikan keprihatinan mendalam kami tentang situasi kemanusiaan yang mengerikan di Jalur Gaza dan eskalasi di Lebanon, kami menekankan kebutuhan mendesak untuk memperluas aliran bantuan kemanusiaan,” demikian pernyataan bersama itu.

BACA JUGA :  Presiden Iran Ungkap Syarat Akhiri Perang dengan AS dan Israel

Mereka juga menyerukan untuk memperkuat perlindungan warga sipil dan menuntut pencabutan semua hambatan terkait penyediaan bantuan kemanusiaan dalam skala besar.

Selama Israel melancarkan agresi ke Palestina, pasukan Zionis memperketat bantuan kemanusiaan yang masuk ke Jalur Gaza.

Menurut lembaga bantuan kemanusiaan Gaza perlu 700 truk per hari untuk memenuhi kebutuhan warga.

Dalam pernyataan bersama itu, kepala negara G20 juga menyoroti penderitaan manusia dan dampak negatif imbas perang.

BACA JUGA :  Migran Muslim Dianiaya, PM Inggris Janji Akan Hukum Perusuh  

Tak hanya itu, mereka mendukung Palestina untuk menjadi negara yang merdeka dan berdaulat.

“[Kami] menegaskan hak Palestina untuk menentukan nasib sendiri,” demikian pernyataan itu.

Mereka lalu berujar, “Kami menegaskan kembali komitmen teguh kami terhadap visi solusi dua negara di mana Israel dan Negara Palestina hidup berdampingan dengan damai di dalam perbatasan yang aman dan diakui, sesuai dengan hukum internasional dan resolusi PBB yang relevan.”

BACA JUGA :  Eks Presiden AS Pembela Palestina Jimmy Carter Rayakan Ultah ke-100

Forum ekonomi ini juga sepakat mendukung gencatan senjata menyeluruh di Gaza sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB.

Komunitas internasional berulang kali menyerukan gencatan senjata Israel dan milisi yang menguasai Gaza, Hamas. Namun, upaya ini sulit terlaksana.

Kedua pihak itu berulang kali gagal mencapai kesepakatan untuk gencatan senjata.

Hamas ingin pasukan Israel angkat kaki dari seluruh wilayah Palestina, tetapi pemerintahan Benjamin Netanyahu ingin menguasai koridor perbatasan Mesir-Gaza, Philadelphia.(cnni/bj)