Raksasa Mobil AS Pecat 4.000 Karyawannya

Bisnis38 Dilihat

MEDAN – Raksasa mobil asal Amerika Serikat (AS), Ford, kembali mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) 4.000 orang di Eropa, sebagian besar di Jerman dan Inggris. Ini menjadi pukulan terbaru bagi industri mobil di benua tersebut.

“Perusahaan telah mengalami kerugian yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir,” kata Ford dalam sebuah pernyataan seperti dikutip AFP, Kamis (21/11/2024).

BACA JUGA :  Keberhasilan Gubernur Bobby Nasution Tekan Inflasi: Mampu Atur Ritme

Manajemen menyalahkan peralihan industri ke kendaraan listrik dan persaingan baru sebagai penyebab PHK tersebut. Secara rinci, langkah tersebut akan memengaruhi 2.900 pekerjaan di Jerman, 800 di Inggris, dan 300 di Eropa barat hingga akhir tahun 2027.

“Sangat penting untuk mengambil tindakan yang sulit tetapi tegas guna memastikan daya saing Ford di masa depan di Eropa,” kata Wakil Presiden Ford Eropa, Dave Johnston.

BACA JUGA :  OJK Sumut Dorong Perluasan Inklusi Keuangan Desa

Perusahaan itu juga mengatakan bahwa mereka sedang menyesuaikan produksi model Explorer dan Capri. Ini mengakibatkan berkurangnya jam kerja di pabriknya di Cologne pada kuartal pertama (Q1) tahun 2025.

Perlu diketahui, industri mobil Eropa telah terjerumus ke dalam krisis akibat tingginya biaya produksi, peralihan yang tersendat ke kendaraan listrik. Hal tersebut meningkatnya persaingan di pasar utama China.

BACA JUGA :  Indosat Ooredoo Siapkan Kapasitas 44 Petabyte per Hari di Liburan Nataru

Sebelumnya Volkswagen Jerman juga terpukul. Pada September mereka mengumumkan bahwa sedang mempertimbangkan untuk menutup beberapa pabrik di Jerman, di mana ini langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya.(cnbc/bc)