Presiden Prabowo Terima Sambutan Hangat Kairo, Bahas Urusan Bilateral dan Persiapan KTT D-8

Internasional57 Dilihat

KAIRO – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Bandara Internasional Kairo, Mesir, Selasa (17/12/2024) sekitar pukul 20.15 waktu setempat. Kehadirannya disambut langsung oleh Menteri Negara Urusan Produksi Militer Mesir, Mayjen Muhamad Solah.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Dubes Mesir untuk Indonesia, Yasser Hassan Elshemy, Dubes Indonesia di Kairo, Lutfi Rauf, dan Atase Pertahanan KBRI Kairo Kolonel Dafris D Syafruddin.

BACA JUGA :  Bukber dan Salat Berjamaah di Abu Dhabi, Keakraban Prabowo–MBZ Kian Erat

Setiba di bandara, Prabowo berjalan melewati pasukan jalar kehormatan yang turut memberi hormat kepada orang nomor 1 di Indonesia tersebut.

Dari bandara, Presiden beserta rombongan langsung menuju hotel untuk bermalam selama kunjungan resmi di Kairo.

Presiden Prabowo diagendakan bertemu dengan Presiden Republik Arab Mesir, Abdel Fattah El-sisi, dalam rangka pertemuan bilateral. Kunjungan ini menjadi yang pertama dilakukan oleh kepala negara Indonesia ke Mesir sejak 2013.

BACA JUGA :  Israel Dihujani Roket Hizbullah, Sirene Meraung-raung di Kota-kota Zionis

Sebelum keberangkatannya ke Mesir, tepatnya saat masih di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Prabowo sempat menyampaikan pentingnya hubungan strategis antara Indonesia-Mesir.

“Mesir adalah sahabat dekat kita, mitra strategis bagi Indonesia, dan negara penting di Timur Tengah. Saya akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Mesir Abdel Fattah El-sisi,” ujar Prabowo Subianto yang ditemani Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

BACA JUGA :  Perkuat Hubungan Bilateral, Wamenlu Korut Kunjungi Indonesia

Selain pertemuan bilateral, Prabowo juga dijadwalkan akan menghadiri Konferensi Pers Tingkat Tinggi (KTT) ke-11 Developing Eight (D-8), di mana Indonesia akan menerima jabatan sebagai ketua D-8 periode 2026 mendatang.

Kunjungan ini diharapkan semakin mempererat hubungan bilateral Indonesia-Mesir serta memperkuat kerja sama dalam forum multilateral seperti D-8.(bc)