HUT ke-20 BTN Syariah Jadi Momentum Terbentuknya BUS BTN

Ekonomi Syariah93 Dilihat

JAKARTA – Setelah dua dekade beroperasi, BTN Syariah, Unit Usaha Syariah BTN akan melangkah menuju era baru sebagau Bank Umum Syariah (BUS). Selama beroperasi, BTN Syariah memainkan peranan penting dalam pertumbuhan induk usahanya dan berkontribusi untuk sektor perumahan nasional dengan membuka akses pembiayaan rumah berbasis syariah kepada masyarakat.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu ungkapkan, BTN Syariah telah menjadi pemain utama dalam sektor properti Indonesia dengan menguasai 28 persen pangsa pasar pembiayaan perumahan berbasis syariah secara nasional per Oktober 2024.

BACA JUGA :  BSI Santunani 4.444 Anak Yatim

“Selama 20 tahun, BTN Syariah telah menjadi salah satu engine pertumbuhan bagi BTN dengan fokusnya melayani masyarakat yang membutuhkan pembiayaan rumah dengan basis syariah Islam. Setiap tahun, BTN Syariah mencatat pertumbuhan bisnis yang pesat dan kini telah mencapai usia dewasa yang siap untuk melangkah lebih jauh untuk melayani lebih banyak insan yang membutuhkan hunian layak dan terjangkau. Telah tiba saatnya BTN Syariah untuk go to the next level dengan menjadi bank umum syariah,” ujar Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dikutip VOI,  Jumat (14/2/2025).

BACA JUGA :  Pererat Hubungan Antar Lembaga, Askrindo Syariah dan BSI Berkolaborasi

Berbagai pencapaian BTN Syariah selama dua dekade semakin memperkuat fondasi Unit Usaha Syariah ini untuk melangkah masuk ke babak baru menjadi bank umum syariah melalui inisiatif strategis berupa proses spin-off yang telah direncanakan rampung sebelum tahun 2025 berakhir.

“Kami yakin bahwa dengan menjadi bank umum syariah, BTN Syariah dapat meningkatkan kualitas layanan jasa keuangan syariah kepada masyarakat,” ujar Direktur Consumer BTN Hirwandi Gafar.

BACA JUGA :  Akademisi UIN dan MES Bahas Keuangan Syariah dengan OJK

Sedangkan di sisi pendanaan, BTN Syariah akan meningkatkan engagement kepada komunitas Muslim untuk menghimpun dana pihak ketiga dan dana murah (current account saving account/CASA). Dengan adanya peningkatan DPK berbiaya rendah, kata Hirwandi, BTN Syariah akan memiliki amunisi yang lebih besar bagi ekspansi pembiayaan dengan margin rate yang lebih murah. (isl)