Aset Kelolaan Tembus Rp 115 T,BSI Sabet Best Islamic Custody Bank

Ekonomi Syariah67 Dilihat

JAKARTA- PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengelola asset under custody (AUC) mencapai lebih dari Rp 115 triliun per Januari 2025. Jumlah ini tumbuh 28 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Atas kinerja positif tersebut, BSI meraih penghargaan sebagai Best Islamic Custody Bank 2024 pada 18th Annual Deal & Solution yang diselenggarakan Alpha South East Asia di Malaysia pada tanggal 12 Februari lalu.

Direktur Treasury & International Banking BSI Ari Rizaldi mengaku optimistis, dana kelolaan kustodian nasabah (AUC) akan terus meningkat pada tahun ini, selaras upaya BSI memperkuat bisnis treasury dan mendorong layanan pasar modal (capital market) berbasis syariah bagi nasabah.

BACA JUGA :  BCA Syariah Raup Laba Bersih Rp 149 Miliar per Oktober 2024

“Kami akan terus mendorong bisnis ini meraih kinerja positif dan tumbuh berkelanjutan,” ucapnya di Jakarta, Rabu (19/2/2025) dikutip RM.

BSI tegas Ari, adalah bank syariah pertama yang terdaftar sebagai bank kustodian. Optimisme tersebut didukung oleh pangsa pasar Islamic ecosystem yang potensinya masih cukup besar untuk dioptimalkan.

Ari menekankan, sebagai bank kustodian, BSI terus memperkuat layanan seperti pengadministrasian efek-efek syariah yang dimiliki nasabah. Selain itu, BSI memberikan layanan penyelesaian transaksi efek syariah dan pencatatan imbal hasilnya. Tahun ini BSI akan terus mengembangkan bisnis kustodian pada segmen ritel diantaranya reksadana ritel.

BACA JUGA :  PR Besar, Ekonomi Syariah Indonesia Masih Kalah dari Malaysia

Produk unggulan dari BSI adalah layanan capital market berbasis syariah diantaranya safekeeping, fund services, wali amanat dan keagenan.

Saat ini, segmen nasabah yang menjadi kelolaan BSI seperti manajer investasi, asuransi, dana pensiun, lembaga negara, securities crowd funding dan bank. “Kami yakin ke depan masih banyak potensi yang akan terus digarap. Terutama di segmen Islamic ecosystem, ecosystem lembaga negara dan juga nasabah ritel,” pungkasnya. (isl)