Gerebek Gudang Oli Palsu di Deliserdang, DPP FKMPP Apresiasi Kinerja Tim Gabungan Bais dan Kemendag

Nasional61 Dilihat

MEDAN – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Pendidikan (FKMPP) mengapresiasi Tim Gabungan Bais TNI dan Kementerian Perdagangan yang telah menggrebek gudang oli palsu di Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Rabu (19/2/2025).

“Kita mengapresiasi dibongkarnya produksi oli palsu tersebut. Dan tentu kita harapkan Bigbos pemalsuan oli ini juga dapat ditangkap, sebab sangat merugikan masyarakat luas pengguna kenderaan roda 2 maupun roda 4,” ungkap Ketua DPP FKMPP Bachtiar SH, Kamis (20/2/2025).

Ia mengakui, temuan ini sangat mengejutkan masyarakat Indonesia, khususnya Sumatera Utara. Sebab, begitu besarnya gudang yang digrebek, sehingga disinyalir pemasaran oli palsu tersebut juga sangat luas, tak hanya di Sumatera Utara saja.

BACA JUGA :  Mantan Kajari Medan Wahyu Sabrudin Dipromosikan Jadi Wakajati NTT

“Kerugian masyarakat sungguh sangat besar bila memakai oli palsu tersebut. Sudah barang tentu mobil yang menggunakan oli palsu tersebut akan mengalami kerusakan fatal, bahkan bisa sampai bongkar mesin,” ungkap Bachtiar.

Seperti diketahui, dari penggerebekan di tiga gudang tersebut, tim Bais TNI beserta Kementerian Perdagangan menyita oli oplosan berbagai merek sebanyak lebih dari 30 truk. Barang bukti ini kemudian diboyong ke Markas Kodam I/Bukit Barisan.

Menurut Kasdam I/Bukit Barisan, Brigjen TNI Refrizal, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi adanya produksi oli palsu yang diduga melibatkan anggota TNI. Namun, kata dia, dugaan tersebut belum terbukti.

“Di sana tidak ada anggota TNI. Ternyata mereka tidak ada di sana. Kalau pun ada keterlibatan dia, maka akan kita proses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Refrizal di Markas Kodam I/Bukit Barisan, Rabu (19/2/2025).

BACA JUGA :  Dipanggil ke Istana Kepresidenan, Ini Dia Sosok JAMPIDUM dan JAMDATUN Kejaksaan Agung RI

Dalam operasi ini, Bais TNI dan Kementerian Perdagangan menyita total 259.476 botol oli palsu berbagai merek. Sebanyak 42.332 botol di antaranya disita dari gudang pertama, kemudian 116.438 botol dari gudang kedua dan selebihnya 100.706 botol dari gudang ketiga.

Oli-oli palsu tersebut menggunakan berbagai merek yang sebagian merupakan produk Pertamina. Seperti Mesran, Meditran dan Prima. Produksi barang ilegal ini diduga sudah berjalan selama dua tahun.

Selain menyita ratusan ribu botol oli palsu, petugas juga memboyong empat orang karyawan gudang untuk dimintai keterangan. Seluruh barang bukti diserahkan ke Polda Sumatera Utara guna ditelusuri lebih lanjut. Termasuk pemilik usaha.

BACA JUGA :  Prabowo Minta Satgas Khusus Pangkas Regulasi dan Perizinan

“Ini akan tetap kita kembangkan lagi,” ujarnya.

Terkait ini, Region Manager Sales I Pertamina Lubricants, Sumbagut Wahyu Ismail, belum bisa memastikan berapa kerugian yang ditimbulkan akibat pengoplosan. Namun ia mengapresiasi TNI yang telah berhasil membongkar praktik ini.

“Kalau kerugian kami belum tahu,” ujar Wahyu di Markas Kodam I/Bukit Barisan, Rabu (19/2/2025).

Menurut Wahyu, pihaknya telah melakukan pengawasan ketat terhadap produksi oli mereka. Guna meminimalisir praktik pemalsuan, Pertamina Lubricants mencantumkan barcode pada setiap produk mereka.

“Ciri-ciri fisiknya ada. Detailnya (produk asli) bisa dilihat di website,” ujar dia.(bj)