Ini Keunggulan Menabung di Bank Emas

Ekonomi Syariah106 Dilihat

JAKARTA- Emas selalu menjadi instrumen investasi yang menarik, baik dari perspektif ekonomi konvensional maupun syariah.

Peneliti dari Center for Sharia Economics Development (CSED) Institute for Development of Economics & Finance (INDEF), Murniati Mukhlisin, menjelaskan bahwa emas bullion memiliki sejumlah keunggulan yang menjadikannya pilihan ideal bagi investor yang ingin berinvestasi sesuai dengan prinsip syariah.

Dikutip dari Merdeka, Berikut adalah empat keunggulan utama emas bullion sebagai instrumen investasi syariah.

Nilai Intrinsik yang Diakui Islam

Kata Murniati, emas sebagai logam mulia telah lama diakui dalam Islam sebagai alat tukar yang sah dan nilai yang stabil.

Karena tidak tergantung pada kebijakan pemerintah atau lembaga keuangan lainnya, emas memiliki nilai yang tetap dan diakui oleh umat Islam sebagai instrumen yang sesuai dengan prinsip muamalah Islami.

“Keunggulan emas bullion ini adalah penilaian intrinsik dan diakui dalam Islam.”

Menghadapi Fluktuasi Ekonomi Global

Keunggulan kedua adalah kemampuan emas untuk bertahan terhadap fluktuasi ekonomi global.

BACA JUGA :  Bos BSI: Bank Syariah Tumbuh Lebih Baik Dibanding Konvensional

Emas tidak terpengaruh oleh inflasi, fluktuasi mata uang, atau perubahan harga minyak yang sering mempengaruhi instrumen investasi lainnya.

Oleh karena itu, emas dapat berfungsi sebagai pelindung nilai yang aman dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dan politik global.

“(Emas) tidak terpengaruh oleh inflasi, fluktuasi mata uang, dan harga minyak, sesuai dengan prinsip muamalah Islami. Ini adalah keunggulan dasar, meskipun ada kaitannya dengan faktor-faktor ekonomi global lainnya,” jelas Murniati.

Transaksi yang Sesuai dengan Prinsip Muamalah Islam

Keunggulan lainnya adalah bahwa emas bullion sepenuhnya sesuai dengan prinsip-prinsip muamalah Islam. Dalam Islam, transaksi ekonomi harus dilakukan dengan cara yang adil dan transparan.

Transaksi yang melibatkan ketidakpastian atau unsur riba (bunga) dianggap tidak sah. Emas, sebagai komoditas fisik yang tidak terikat oleh riba, memenuhi kriteria ini dan memberikan kenyamanan bagi para investor yang menginginkan kepastian dalam investasi mereka.

Namun, meskipun emas bullion dianggap aman dan memiliki risiko yang relatif minimal, perlu dicatat bahwa investor tidak akan memperoleh pendapatan pasif dalam jangka pendek.

BACA JUGA :  Pembiayaan Emas di BCA Syariah Tumbuh 198,6 Persen

Berbeda dengan sektor riil seperti properti atau bisnis, investasi emas tidak memberikan arus kas tetap dalam waktu singkat. Oleh karena itu, bagi investor yang mencari pendapatan pasif secara rutin, emas mungkin bukan pilihan terbaik dalam jangka waktu dekat.

Emas Sebagai Warisan Keluarga

Keunggulan keempat adalah bahwa emas dapat diwariskan sebagai harta warisan keluarga sesuai dengan syariah.

Sebagai komoditas yang mudah disimpan dan dibagikan, emas sering dianggap sebagai pilihan ideal untuk perencanaan warisan.

Masyarakat yang ingin mempersiapkan harta waris untuk ahli waris mereka dapat memilih emas sebagai bentuk investasi yang praktis dan sesuai dengan hukum Islam.

“Tentunya, emas juga bisa dijadikan persiapan harta warisan untuk ahli waris, yang sangat diminati karena mudah disimpan dan ditransfer,” kata Murniati.

Peluncuran Bank Emas di Indonesia

Seiring dengan semakin tingginya minat terhadap investasi emas, Indonesia kini memiliki bank emas atau bullion bank pertama. Pada 26 Februari 2025, Presiden Prabowo Subianto meresmikan Bank Emas, sebuah langkah strategis untuk mencegah emas hasil tambang Indonesia mengalir ke luar negeri dan mendorong investasi emas domestik.

BACA JUGA :  OJK Maluku Gelar Gebyar Ramadan Keuangan Syariah

Bank ini berfungsi untuk mengoptimalkan nilai tambah sumber daya emas Indonesia, baik dari hasil tambang maupun stok emas yang dimiliki masyarakat.

PT Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI) ditunjuk sebagai pelopor dalam menjalankan usaha bank emas ini. Sebelumnya, sebagian besar emas Indonesia diekspor dalam bentuk mentah, sehingga nilai tambahnya rendah.

Keberadaan bank emas ini juga diharapkan memberikan akses yang lebih mudah dan aman bagi masyarakat untuk berinvestasi emas. Masyarakat dapat menabung emas dengan lebih terjangkau dan terlindungi, serta mendapatkan edukasi tentang investasi emas yang aman dan menguntungkan.

Selain itu, transparansi dan keamanan transaksi emas akan meningkat berkat sistem penyimpanan yang terjamin dan terstandarisasi. (isl)