ACEH- Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Aceh, H Aminullah Usman SE,Ak MM, mengapresiasi langkah Pemegang Saham Pengendali (PSP), dalam hal ini Gubernur Aceh.
“Untuk menjaga aktifitas Bank Gubernur telah menyegerakan pengisian posisi direksi defenitif Bank milik rakyat Aceh tersebut,” kata Aminullah, Minggu (16/3/2025) malam dilansir AcehStandar.
Aminullah menilai gerak cepat Gubernur tersebut sebagai langkah taktis untuk makin memantapkan kinerja operasional Bank Aceh ke depan.
Hal itu diungkapkan Aminullah Usman menanggapi langkah Gubernur Aceh Muzakir Manaf bersama pemegang saham Bank Aceh dari Kabupaten/Kota se-Aceh, melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Jumat (14/3/2025) lalu di Banda Aceh.
“Langkah ini patut kita apresiasi karena terkait langsung dengan kinerja operasional Bank Aceh serta regulasi perbankan itu sendiri. Karena Bank Aceh telah lama dalam kondisi Dirut yang hanya Pelaksana Tugas (Plt), selain itu juga posisi direksi yang tak lengkap,” tutur Aminullah.
Kenapa direksi ini menjadi penting? Karena tugas dan tanggung jawab yang bertugas menjalankan segala tindakan yang berkaitan dengan pengurusan perusahaan, mewakili perusahaan di dalam dan luar pengadilan, serta bertanggung jawab atas kinerja perusahaan.
Nah, hadirnya direksi defenitif yang lengkap secara langsung kata Aminullah, akan memperbaiki tata kelola Bank Aceh. Karena forum manajemen untuk pengambilan keputusan serta kewenangan akan terbagi secara proporsional sehingga otomatis meningkatkan trust serta profesionalitas manajemen.
Lalu apa pengaruhnya terhadap Bank jika tidak adanya (vakum) direksi?
Menurut mantan Dirut Bank Aceh ini ketiadaan direksi defenitif dan tidak lengkap akan mempengaruhi selain tata kelola bank yang efektif juga trend kinerja GCG (Good Corporate Governance) yang terkait erat dengan tata kelola bank yang menerapkan prinsip-prinsip tertentu dalam menjalankan bisnisnya.
Prinsip-prinsip tersebut meliputi keterbukaan, akuntabilitas, pertanggungjawaban, independensi, dan kewajaran.
Aminullah juga mengapresiasi jajaran pemegang saham Bank Aceh yang mengusulkan seluruh kader internal Bank Aceh untuk posisi calon direksi. Ini sebuah gambaran nyata dari kepercayaan pemegang saham terhadap potensi SDM internal Bank Aceh, termasuk untuk menempati posisi eksekutif di Bank Aceh.
“Kami merasa bangga jika pemegang saham percaya penuh dengan potensi internal Bank Aceh. Dan semua yang diusul telah menempati posisi eksekutif Bank Aceh selama lima tahun lebih sesuai persyaratan OJK. Dan ini menjadi bukti jika kaderisasi kepemimpinan di Bank Aceh berjalan sesuai visi dan misi corporasi,” kata Ketua Ikatan Pensiunan Bank Aceh ini.
Pada bagian lain, Aminullah mengajak semua pihak untuk menyerahkan sepenuhnya kepada OJK dalam menentukan pilihan akhir, tentunya setelah dilakukan fit and proper test terhadap para kandidat yang diusulkan.
“Tentunya kita juga berharap OJK bekerja dengan professional dan proporsional sesuai dengan regulasi peran dan fungsi mereka sebagai lembaga penentu akhir untuk direksi defenitif Bank Aceh,” demikian pungkas Aminullah.
Berikut adalah calon pengurus baru Bank Aceh Syariah yang diusulkan fit and proper test ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK):
Direktur Utama: Muhammad Syah, Syahrul, dan Fadhil Ilyas
Direktur Operasional: Iskandar dan Tarmizi
Direktur Bisnis: Budi Kafrawi dan Abdul Rafur
Direktur Kepatuhan: Imamil Fadli dan Zulkarnaini.
(isl)
