BI Dorong Wisata Halal dalam Pengembangan Ekonomi Aceh

Ekonomi Syariah92 Dilihat

BANDA ACEH – Bank Indonesia Provinsi Aceh, mendorong wisata halal dalam mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru Aceh.

“Pengembangan pariwisata halal sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di Aceh perlu kita dorong,” ujar Kepala BI Aceh, Agus Chusaini, Selasa (18/3/2025).

Menurutnya, dengan pengembangan ekonomi Aceh dengan isu dalam meningkatkan ekonomi kedepannya.

Lanjutnya, pada 2024 pertumbuhan ekonomi Aceh mencapai 4,66 persen dan ini cukup baik, dan pada 2023 ekonomi Aceh tumbuh sebesar 4,23 persen. “Pertumbuhan ekonomi tahun 2024 penyebab pemilu, PON dan PSN,” ujarnya.

BACA JUGA :  Seminar Nasional SEF 2025: KSEI Iqtishoduna UMPP Gandeng BI

Menurutnya, pada 2025 terjadi efisien anggaran dan penunda PSN baru, namun bagaimana ada sumber lain dalam meningkatkan ekonomi Aceh.

“Saya yakin modal cukup di Aceh dan konsumsi yang solit dan inflasi terjaga secaar stakeholder,” ungkapnya.

Agus mengatakan, sudah melihat potensi daan sumberdaya alam untuk wisata di wilayah Barat Selatan. “Inilah perlu dorongan sumber ekonom baru dengan wisata halal,” ujarnya.

BACA JUGA :  Astra Financial Beri Edukasi Keuangan ke Pelajar di Medan

Ia berharap wisata di Aceh bisa lebih maju dengan dibarengi fasilitas yang lengkap.

Menurutnya, walaupun ada beberapa tantangan, adanya keterbatasan dan bisa terus dikembangkan agar bisa tumbuh lebih baik ekonomi Aceh.

Dalam sambutannya, Plt Sekda Aceh, Nasir Syamaun, menyampaikan kegiatan ini adanya hasilnya yang akan disampaikan kepada pemerintah.

“Kita butuh aplikatif dan bisa dijadikan salah satu dasar bagi pemerintah dalam mendorong pariwisata halal di Aceh,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Aplikasi BYOND Error dan Tak Bisa Diakses, Ini Penjelasan BSI

Dikatakannya, Aceh dalam melaksanakan syaraiat islam, termasuk olahraga syariah sangat relevan dalam mendorongnya.

“Ini sangat relevan Aceh yang bermartabat sebagai industri pariwisata halal sebagai pilar dalam pengembangan ekonomi aceh,” ujarnya.

Aceh memiliki sumber daya alam luar biasa dalam pengembangan wisata yang sesuai dengan prinsip Syariah. (isl)