LABUHANBATU – Bertepatan Hari Kartini yang jatuh pada hari ini (21 April 2025), Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Labuhan Batu mengajak masyarakat untuk mendukung kepemimpinan Bupati Labuhan Batu dr. Maya yang merupakan satu-satunya bupati perempuan di Sumatera Utara.
“Saya ingin mengucapkan selamat Hari Kartini kepada dr. Maya serta seluruh perempuan, khususnya di Kabupaten Labuhan Batu,” ujar Fredrik Seldani Simangunsong S.H., M.H, Ketua DPD PSI Labuhanbatu, Senin (21/4/2025).
Untuk itu, lanjutnya, “Sebagai salah satu partai pengusung, pilihan Ketum Kaesang Pangarep terhadap dr. Maya adalah pilihan yang tepat. Untuk itu, PSI Labuhan Batu mengajak masyarakat di Labuhan Batu untuk mendukung sosok yang ramah dan peduli pada rakyat Labuhan Batu ini. Apalagi dr. Maya adalah satu-satunya bupati atau kepala daerah perempuan di Sumatera Utara.”
Dukungan tersebut, menurut Fredrik, tak terlepas dari slogan yang diusung dr. Maya dalam kampanye pilkada lalu, yaitu ingin membangun Labuhanbatu yang ‘Cerdas Bersinar’.
Ia pun mengakui, di bawah kepemimpinan dr. Maya dan H Jamri ST, Kabupaten Labuhan Batu akan lebih bersinar dan rakyatnya akan semakin sejahtera.
“Apalagi kita tahu latar belakang dr. Maya sebagai seorang dokter, tentu kita meyakini beliau akan sangat peduli dengan kesejahteraan dan kesehatan masyarakatnya,” sebut Fredrik.
Seperti diketahui, dr Maya Hasmita yang lahir pada 21 Mei 1979 merupakan seorang politikus Indonesia kelahiran Medan yang diangkat menjadi Bupati Labuhanbatu pada 20 Februari 2025. Ia didampingi Jamri selaku Wakil Bupati Labuhanbatu usai memenangkan pemilihan umum Bupati Labuhanbatu 2024.
dr Hj. Maya Hasmita Sp.OG MKM resmi dilantik sebagai Bupati Labuhanbatu periode 2025-2030 oleh Presiden RI, Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 20 Februari 2025, bersama kepala daerah se-Indonesia pasca putusan dismissal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.
Dilantiknya Maya menciptakan era baru dalam dunia politik di Labuhanbatu. Maya berhasil menorehkan tinta emas dengan mencatatkan namanya sebagai bupati perempuan pertama yang memimpin Labuhanbatu melalui pemilihan langsung. Hal ini belum pernah terjadi sepanjang sejarah perpolitikan di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.(bj)
