PD Mathla’ul Anwar Apresiasi Rico Waas Berantas Narkoba, Dorong Hadirnya BNN di Kota Medan

Medan53 Dilihat

MEDAN- Pengurus Daerah Mathla’ul Anwar Kota Medan mengapresiasi Wali Kota Medan yang mengungkap 4 nama ASN yang merupakan Camat dan Lurah di Kota Medan yang dinyatakan terindikasi positif menggunakan narkoba, berdasarkan tes Urine yang dilakukan di Rumah Dinas Walikota, Jalan Sudirman,  Sabtu (26/4/2025) yang lalu.

Adapun keempat nama tersebut yakni Camat Medan Barat HS, Camat Medan Johor AF, Lurah Gaharu HSS dan Lurah Petisah Hulu EEL. Berdasarkan hasil pendalaman dan asesmen yang telah dilakukan BNN Provinsi Sumut selama dua Minggu, keempatnya terbukti dan mengakui telah menggunakan narkotika jenis sabu, ekstasi, ganja dan obat penenang.

Sekretaris PD Mathla’ul Anwar Kota Medan, Islahuddin Panggabean menilai hal ini merupakan contoh yang baik ditampilkan oleh pemimpin Kota Medan.

BACA JUGA :  Pembahasan Ranperda Sistem Kesehatan Kota Medan Berlanjut, Rico Waas Hadiri Paripurna Jawaban Fraksi DPRD Medan

“Kota Medan merupakan Ibukota dari Provinsi Sumatera Utara yang merupakan ranking teratas di Indonesia jumlah pengguna narkoba. Sehingga apa yang dilakukan oleh Bapak Walikota merupakan contoh yang bagus buat awal pemberantasan narkoba,” ujarnya, Selasa (3/6/2025).

Salah satu sifat pemimpin baik ialah perlu menampilkan keteladanan, dan hal itu secara tepat telah dimulai dengan prioritas memulai melakukan tes urine dadakan kepada para pemimpin tingkat kecamatan dan kelurahan.

“Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo bahwa Ikan busuk dari kepala. Kerusakan terjadi dimulai dari pimpinannya. Sehingga apabila Kota Medan ingin merubah harus dimulai dari keteladanan para pemimpinnya,” jelasnya.

BACA JUGA :  Bersama Ketua RANZ, Walikota Terpilih Rico Waas Terima Berbagai Keluhan Masyarakat Nelayan Indah

Sementara itu, Wakil Sekretaris PD Mathlaul Anwar, Dr Nurul Huda menambahkan bahwa Camat atau lurah notabene adalah pegawai pemerintahan tentunya memberikan dampak yang paling dekat kepada masyarakat,hal ini dapat menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah bahkan peran pemerintah itu sendiri terhadap penanganan narkoba.

“Sebagai pejabat publik perbuatan mereka merusak integritas dan profesionalisme, kehilangan kredibilitas dan ketidakmampuan melaksanakan tugas mereka secara efektif,” ujarnya.

Dr Nurul Huda yang juga merupakan dosen Biologi Unimed ini juga menerangkan bahwa narkoba berdampak terhadap produktivitas kerja camat dan lurah tersebut. “Karena narkoba itu sendiri memberikan efek langsung berupa gangguan kognitif,motorik dan perubahan perilaku bagi penggunanya,” ujarnya.

BACA JUGA :  Rico Waas Pastikan Medan Aman dan Pelayanan Publik Tidak Kendur Selama Ramadan 1447 H

Hal itu juga setidaknya terlihat pada adanya dugaan penyalahgunaan wewenang pada uang retribusi sampah yang dilakukan oknum Camat Medan Barat HS.

Oleh karena itu, PD Mathla’ul Anwar mendukung Wali Kota untuk segera memberikan sanksi dan hukuman yang tegas.

Selain itu, dengan kejadian ini PD Mathla’ul Anwar juga mendorong kehadiran BNN di Kota Medan.

“Dengan adanya BNN di Kota Medan tentu akan memaksimalkan upaya pemberantasan narkoba di Kota Medan tercinta ini,” pungkasnya.

PD Mathla’ul Anwar Kota Medan juga mendukung upaya perbaikan generasi yang dilakukan Pemerintah Kota Medan baik itu tes urine, Satpol PP Goes to School dan program lain yang dilakukan.