Akibat Ulah BBWS Sumatera II, Satu Desa di Asahan Terendam Banjir: Aspirasi Masyarakat Diabaikan

Headline106 Dilihat

ASAHAN – Masyarakat Desa Sei Dua Hulu, Asahan, menjadi korban banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Asahan Hilir Ulak Bandung 2. Kini, kondisi desa mereka digenangi air hingga selutut orang dewasa.

Menurut Kepala Desa Sei Dua Hulu, Sumardi Nasution, terkait kegiatan proyek tanggul di Sungai Asahan Hilir Ulak Bandung 2 yang dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II melalui pihak ketiga, telah mengakibatkan desa mereka terkena musibah banjir kiriman.

BACA JUGA :  Dugaan Pelanggaran Prosedur 'Bos Judi' Asiang di Bandara Kualanamu, NPI Desak Penegakan Hukum Tegas

Sebab, pelaksana proyek telah membuka bibir sungai menuju tanggul, sehingga merusak tanggul existing yang
ada. Akibatnya, Desa Sei Dua Hulu kebanjiran.

“Senin besok kami akan melihat tanggul yang jebol itu,” kata Sumardi.

Ia juga mengaku, akibat banjir yang melanda desanya, warga desa mengalami kerugian yang cukup besarzl, karena lahan pertanian mereka terendam banjir.

BACA JUGA :  Tuntutan Penangkapan Harun Masiku Terus Bergulir, Gedung KPK Dilempari Pengujuk Rasa

“Pihak BBWS Sumatera II harus bertanggungjawab, dan mengganti kerugian yang dialami warga,” imbuhnya.

Keluhan masyarakat ini juga telah disampaikan Perkumpulan
Masyarakat Demokrasi Empatbelas melalui surat resmi yang dilayangkan ke Kantor BBWS Sumatera II. Tapi sayang, hingga berita ini masuk ke meja redaksi, pihak BBWS Sumatera II belum merespon atau menanggapi keluhan warga tersebut.

BACA JUGA :  Kejari Simalungun Tak Kunjung Tahan Tersangka Kasus Penggelapan, Romi Tampubolon: Jangan Status Pendeta Dijadikan Tameng

“Sudah kita surati BBWS Sumatera II, tapi hingga kini belum memberi tanggapan. Selanjutnya kita akan menyurati Kementerian PU,” ungkap Muhri Fauzi Hafiz, Ketua Perkumpulan Masyarakat Demokrasi Empatbelas.(bj)