Gubernur Bobby Nasution Gratiskan SPP SMA/SMK Mulai 2026, Internet dan Listrik Sekolah Dikebut

Sumut93 Dilihat

MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menargetkan program sekolah gratis untuk siswa SMA/SMK/SLB mulai berjalan pada Tahun Ajaran 2026/2027, dengan penerapan awal di Kepulauan Nias.

Kebijakan ini disiapkan bersamaan dengan percepatan pembangunan infrastruktur dasar pendidikan seperti jaringan internet dan listrik di sekolah-sekolah.

Program Sekolah Gratis (PUBG) tahap pertama akan menanggung biaya SPP siswa di wilayah kepulauan tersebut dengan kebutuhan anggaran mencapai Rp21,48 miliar per semester.

BACA JUGA :  Bakal Diluncurkan 103 Koperasi Merah Putih Percontohan, Sumut Dipusatkan di Kota Binjai

Pemerintah selanjutnya akan memperluas penerapan program secara bertahap ke seluruh kabupaten/kota di Sumut.

Sebagai penunjang, Dinas Pendidikan Sumut telah menuntaskan pemasangan jaringan internet di 66 sekolah, terdiri dari 29 SMA, 34 SMK, dan 3 SLB.

Pemasangan di 97 sekolah lainnya masih berlangsung, meliputi 56 SMA, 40 SMK, dan 1 SLB.

Akselerasi ini menjadi bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan di Sumut, khususnya bagi daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan sarana digital dan energi.

BACA JUGA :  Gubernur Bobby Nasution Siapkan 11 Langkah Cepat Tekan Inflasi di Sumut

Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution dalam sebuah kesempatan menegaskan, pihaknya menargetkan SMA Negeri di Sumut benar-benar gratis, tidak ada pungutan apapun.

Hal ini untuk meningkatkan angka partisipasi sekolah di Sumut dan mencerdaskan generasi muda Sumut.

“Rantai kemiskinan itu sulit terputus bila tidak dari pendidikan, dan banyak keluhan warga anaknya tidak melanjutkan pendidikan ke SMA karena kesulitan biaya, karena itu kami memberikan perhatian lebih pada pendidikan,” kata Bobby Nasution.

BACA JUGA :  Pastikan Siap Submit, LLDIKTI Wilayah I Bedah Karya Mahasiswa di Workshop Penyusunan Proposal PKM Tahun 2026

Menurut Bobby, langkah ini juga menjadi bagian dari transformasi pendidikan Sumut menuju era digital.

“Kita ingin memastikan semua sekolah siap masuk ke sistem pembelajaran digital. Pemerataan akses ini adalah fondasi agar pendidikan di Sumut benar-benar inklusif dan berkeadilan,” tutupnya.(bj)