Selamatkan Tanah Batak‼️Demo Tutup TPL Menggema di Kantor Gubernur: Massa Desak Bobby Bertindak

Nasional547 Dilihat

MEDAN – Ratusan massa aksi dari berbagai elemen masyarakat menggeruduk Kantor Gubernur Sumatera Utara di Jalan Diponegoro, Medan, Senin (10/11/2025). Dalam aksinya, mereka menuntut pemerintah daerah menutup PT Toba Pulp Lestari (TPL) dan menyerukan gerakan “Selamatkan Tanah Batak”.

Massa tiba di lokasi sejak pagi dan melakukan orasi dengan membawa berbagai spanduk penolakan terhadap PT TPL. Mereka menilai perusahaan tersebut telah merusak alam dan meracuni sumber air yang menjadi kebutuhan masyarakat sekitar.

BACA JUGA :  JAMPIDUM Gelar Diklat dan Sertifikasi, Pastikan Pelanggaran Hukum di Sektor Aset Kripto Tak Lolos dari Jerat Hukum

Salah satu warga, Romanti Pasaribu, yang dikenal sebagai perempuan adat, mengaku sering mendapat intimidasi dari pihak perusahaan.

“Setiap hari kami hidup dalam tekanan. TPL merusak tanah kami, meracuni air kami, dan membuat kami hidup dalam ketakutan,” ujarnya lantang saat berorasi.

Situasi sempat memanas ketika massa meneriakkan seruan keras agar Gubernur Sumut Bobby Nasution keluar menemui mereka.

BACA JUGA :  Peduli Korban Kebakaran, Siri Na Pacce Family dan PT Atha Razka Rentalindo Gelar Tali Asih

“Bobby, Bobby, ayo keluar sekarang juga! Jangan berpihak kepada TPL!” teriak para pengunjuk rasa.

Sekitar pukul 13.41 WIB, massa akhirnya ditemui oleh Wakil Gubernur Sumut Surya. Namun, massa menolak untuk berdialog dan bersikeras hanya ingin bertemu langsung dengan Gubernur Bobby Nasution. Ketegangan sempat terjadi dan aksi berlangsung chaos beberapa saat.

BACA JUGA :  Presiden Harus Evaluasi Menyeluruh Sumber Daya Alam Indonesia

Wakil Gubernur menjelaskan bahwa Gubernur Bobby saat itu sedang berada di Istana Negara, mendampingi para penerima gelar pahlawan dalam upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional.

“Bapak Gubernur sedang di Jakarta menghadiri acara kenegaraan di Istana. Kami akan menyampaikan aspirasi saudara-saudara semua,” ujar Surya kepada perwakilan massa.

Aksi masih berlangsung dengan penjagaan ketat dari aparat kepolisian untuk mengantisipasi kericuhan lanjutan.(cil)