Tutup Rakernas Share Edu, Anis Matta Ajak Maknai Ulang Pendidikan

Nasional49 Dilihat

JAKARTA– Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI sekaligus Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta menutup Rakernas 2025 Share Edu Indonesia, pada Sabtu (8/11/2025) malam.

Anis Matta mengajak semua pihak untuk memaknai ulang mengenai pendidikan dan pembelajaran yang telah diajarkan selama ini.

“Saya mengajak kita semua untuk membongkar ulang pemaknaan tentang pendidikan dan pembelajaran selama ini,” kata Anis Matta.

Menurut Anis Matta, proses pendidikan bukan sekadar transfer pengetahuan. Sedangkan tantangan teknologi menjadi faktor tambahan yang menegaskan hal itu.

BACA JUGA :  DPD Partai Gelora Turut Hadir dalam Rapat Koordinasi Pergantian Antar Waktu Anggota DPRD Kota Medan

Sehingga fungsi tersebut pada waktunya sangat mungkin tergantikan oleh teknologi.

“Saya mengajukan teori pendidikan berbasis peristiwa untuk model pembelajaran ke depan,” katanya.

Hal ini merujuk pada contoh turunnya Alquran secara bertahap.

“Pemahaman utuh tentang peristiwa di dunia akan membuat kita mengerti cara kerja dunia sekaligus cara meresponsnya. Bahwa, peristiwa yang terjadi di dunia ini pada dasarnya relatif sama,” ujarnya.

BACA JUGA :  Rapat Koordinasi dengan DPW Partai Gelora Jawa Timur, DPP Berikan 3 Pesan Penting

Anis Matta, menilai peristiwa seperti genosida di Gaza, misalnya, juga pernah dialami bangsa Indonesia sendiri dalam rentang waktu yang belum terlalu panjang ke belakang.

“Maknanya, apa pun peristiwa di dunia ini, kita juga bisa mengalaminya, jika pun belum. Memahami ini akan membuat kita secara naluriah menyiapkan diri untuk mencegahnya terjadi atau menghadapinya bila tak terelakkan,” katanya.

Wamenlu berharap mulai dari sekarang disiapkan dan membangun masyarakat pembelajar.

“Untuk itu, kita harus menyiapkan dan membangun masyarakat pembelajar,” katanya.

BACA JUGA :  Anis Matta: Partai Gelora Dukung Ide Koalisi Permanen dan Pencalonan Presiden Prabowo di Pilpres 2029

Yaitu, masyarakat yang berpengetahuan dan terus menerus belajar dengan cara mengajarkan pendidikan yang benar.

“Yang harus kita ajarkan lewat pendidikan adalah cara belajar yang benar,” katanya.

Cara belajar yang benar ini, kata Anis Matta, mencakup tradisi pembelajaran yang kuat, metodologi belajar yang elastis, dan kemampuan kognitif yang elastis.

“Pembelajaran menggunakan metodologi yang elastis, dan kemampuan kognitif yang elastis,” pungkasnya.