Pabrik Tahu di Kelurahan Mabar Dituding Cemari Lingkungan, Warga ‘Dihantui’ Aroma Busuk

News140 Dilihat

MEDAN – Warga seputar Jalan Rumah Potong Hewan, Lorong Wisnu, Kelurahan Mabar, Medan Deli, kini ‘dihantui’ aroma busuk yang berasal dari pabrik pengolahan tahu di wilayah tersebut.

Informasi yang diterima wartawan dari warga sekitar, setiap hari mereka selalu menghirup aroma tak sedap, sehingga membuat kenyamanan mereka terganggu.

“Bau tak sedap lantaran limbah itu terasa kali di sekitar sini. Gak enak kali aromanya tercium. Dari awal masuk gang saja aroma busuk langsung menyengat ke hidung. Mau muntah kita dibuatnya,” ucap seorang warga yang minta namanya dirahasiakan, Jumat (19/12/2025).

BACA JUGA :  Diduga Lakukan Korupsi Rp 311.996.000, Kejari Medan Tahan Mantan Kepala Sekolah MAN 3 & RekanĀ 

Ia juga mengaku, kondisi ini telah merenggut kenyamanan mereka dalam beraktivitas, terutama saat volume produksi pabrik sedang meningkat.

“Apalagi kalau pesanan orang itu lagi rame-ramenya, aroma busuk pun makin terasa,” sambungnya.

Bukan hanya sekadar masalah aroma busuk yang menyengat, lanjutnya, mereka juga mengaku khawatir terhadap limbah cair sisa pengolahan kedelai yang mengandung kadar organik cukup tinggi.

BACA JUGA :  Mantan Dirut PT PSU Sebut Dana Rp15 M Mengalir ke Terdakwa M Syafi'i dan Rekening Istrinya

Sementara, dari hasil penelusuran wartawan, kebaradaan pabrik pengolahan tahu itu tak hanya meresahkan warga sekitar, tetapi juga disinyalir tak dilengkapi dengan ijin AMDAL dan produksi serta operasional. Bahkan, informasinya, produk yang dikelola juga belum memiliki Label Halal dari MUI.

Seperti diketahui, jika limbah pabrik teraebut dibuang langsung ke lingkungan tanpa melalui sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai, akan mengalami dekomposisi anaerobik yang menghasilkan gas sulfur dan amonia.

BACA JUGA :  Jemaah Haji Technical Landing Dikembalikan ke Embarkasi Solo

Terpisah, seorang pria berinisial A yang disebut-sebut pemilik pabrik pengolahan tahu tersebut, coba dikonfirmasi wartawan. Tapi sayang, hingga berita ini masuk ke meja redaksi, pemilik berinisial A tersebut masih enggan menjawab.(bj)