Hashim Sebut Akan Bersihkan “Telur Busuk”, Beda Nada di Lingkar Prabowo Soal Reshuffle

Nasional, Politik579 Dilihat

JAKARTA– Isu perombakan kabinet mencuat setelah Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, melontarkan pernyataan keras soal akan adanya pejabat yang dicopot karena dianggap sebagai “telur busuk” penghambat pertumbuhan ekonomi.

Namun, pernyataan itu berseberangan dengan sikap resmi pemerintah. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan tidak ada rencana reshuffle dalam waktu dekat dan meminta publik tidak terpengaruh isu yang beredar.

Berbicara dalam forum China Conference Southeast Asia di St. Regis Jakarta, Selasa (10/2/2026), Adik Prabowo Subianto sekaligus Wakil ketua dewan pembina Gerindra Hashim Djojohadikusumo memberi sinyal kuat bahwa Presiden Prabowo Subianto akan mengambil langkah tegas.

BACA JUGA :  Presiden Prabowo Resmi Menetapkan Asep Nana Mulyana sebagai Wakil Jaksa Agung, Ini Profil Singkatnya

Ia menyebut proses “pembersihan” birokrasi sudah dimulai dan tidak menutup kemungkinan lebih banyak kepala lembaga akan dicopot.

“Sekarang tinggal masalah membersihkan ‘telur-telur busuk’ ini. Terus terang, akan ada pejabat yang dicopot. Saya rasa denda sangat besar akan dijatuhkan,” kata Hashim.

Menurutnya, pemerintah tak akan ragu mengejar elite yang terlibat praktik kriminal, termasuk manipulasi pasar modal dan kejahatan lingkungan.

BACA JUGA :  KPU Tunda Penetapan Kursi Caleg Terpilih

Hashim mencontohkan pencabutan izin 28 perusahaan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang diduga terlibat kerusakan lingkungan. Ia menegaskan keputusan itu berbasis data akurat, mulai dari citra satelit hingga bukti lapangan.

Tak hanya sektor lingkungan, Hashim juga menyoroti dugaan praktik “goreng saham” yang merugikan investor ritel. Ia menyatakan semua opsi penegakan hukum terbuka lebar bagi pihak yang terbukti bersalah.

BACA JUGA :  Kepala LLDIKTI Wilayah I Hadiri Diskusi Pemutakhiran Organisasi dan Tata Laksana di Semarang

Pernyataan Hashim ini memunculkan spekulasi bahwa reshuffle bisa menjadi instrumen politik Presiden Prabowo untuk menunjukkan ketegasan di awal pemerintahannya. Namun hingga kini, Istana melalui Mensesneg tetap menyatakan tidak ada agenda perombakan kabinet dalam waktu dekat.

Perbedaan nada di lingkar kekuasaan ini pun memunculkan tanda tanya: sekadar dinamika komunikasi, atau sinyal reshuffle yang tinggal menunggu momentum. (r/bj)