MEDAN – Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Aktivis Republik Indonesia (DPP HARI) menyampaikan kecaman keras atas serangan yang dilakukan oleh Israel yang mengakibatkan gugurnya 3 prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Garuda dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon.
Ketua DPP HARI, Bachtiar SH menilai insiden tersebut sebagai tindakan brutal yang tidak dapat dibenarkan dan telah melukai rasa kemanusiaan serta harga diri bangsa Indonesia.
“Ini bukan hanya serangan terhadap pasukan perdamaian, tetapi juga terhadap martabat bangsa Indonesia. Kami mengutuk keras tindakan Zionis Israel,” tegas Bachtiar.
Kecaman juga disampaikan DPP HARI kepada Amerika Serikat, karena dinilai turut mendukung agresi tersebut. Menurut Bachtiar, dukungan itu memperburuk situasi dan memperpanjang konflik yang menelan korban jiwa, termasuk dari Indonesia.
Dalam sikapnya, DPP HARI mendesak Presiden Republik Indonesia untuk mengambil langkah tegas dan konkret, termasuk mempertimbangkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat serta mengusir Kedutaan Besar AS dari Indonesia.
Selain itu, DPP HARI juga meminta pemerintah Indonesia bersama DPR RI untuk mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar segera mengambil tindakan hukum terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, atas dugaan tanggung jawab dalam serangan yang menyebabkan korban jiwa dari pasukan perdamaian.
“Langkah tegas harus diambil. Nyawa warga Indonesia tidak boleh dianggap remeh. Pemerintah wajib menunjukkan keberpihakan dan keberanian dalam melindungi rakyatnya,” lanjutnya.
Di akhir pernyataan, DPP HARI menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga para prajurit TNI yang gugur dalam menjalankan tugas mulia menjaga perdamaian dunia.
“Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tutupnya. (bj)
