JAKARTA– Bank Indonesia (BI) resmi memperluas jaringan pembayaran digital internasional melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Terbaru, layanan QRIS lintas negara kini bisa digunakan di Korea Selatan mulai 1 April 2026.
Dengan inovasi ini, masyarakat Indonesia—baik wisatawan maupun pelaku bisnis—tak lagi harus bergantung pada uang tunai atau penukaran mata uang saat bertransaksi di luar negeri. Cukup dengan memindai kode QR menggunakan aplikasi pembayaran domestik, transaksi bisa dilakukan secara praktis dengan konversi kurs otomatis.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya BI dalam memperkuat konektivitas sistem pembayaran global, khususnya di kawasan Asia.
Dikutip dari Kompas, Sejauh ini, ada tujuh negara yang telah terhubung dengan QRIS:
1. Thailand
Thailand menjadi negara pertama yang bekerja sama dengan BI sejak 17 November 2022 melalui integrasi dengan PromptPay. Hingga Februari 2026, tercatat 1,64 juta transaksi dengan nilai Rp656,27 miliar.
2. Malaysia
Kerja sama dengan Malaysia dimulai pada 2023 melalui DuitNow QR. Transaksi mencapai 10,66 juta dengan nilai Rp2,75 triliun.
3. Singapura
Implementasi QRIS di Singapura berlangsung sejak 17 November 2023 bersama Monetary Authority of Singapore, dengan total 554.510 transaksi senilai Rp179,28 miliar.
4. Jepang
Jepang menjadi negara pertama di luar ASEAN yang mengadopsi QRIS sejak 17 Agustus 2025 melalui sistem JPQR. Saat ini penggunaannya terus diperluas meski masih terbatas di sejumlah merchant.
5. Filipina
Kerja sama dengan Filipina dilakukan bersama Bangko Sentral ng Pilipinas melalui sistem QR Ph. Implementasinya masih berlangsung bertahap.
6. Brunei Darussalam
Brunei turut bergabung melalui skema Regional Payment Connectivity (RPC), memperkuat integrasi pembayaran di kawasan.
7. Korea Selatan
Korea Selatan menjadi mitra terbaru. Layanan ini memungkinkan transaksi dengan konversi mata uang secara real-time dari Won ke Rupiah saat pembayaran berlangsung.
Kehadiran QRIS lintas negara ini diharapkan semakin mempermudah transaksi internasional sekaligus mendorong efisiensi dan inklusi keuangan global. (Kmp/isl)
