Jakarta – Komisi Ukhuwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara menjadi salah satu rujukan nasional dalam penguatan persatuan umat Islam di Indonesia. Hal itu ditandai dengan kehadiran Sekretaris Bidang Ukhuwah Islamiyah MUI Sumatera Utara, Dr. H. M. Arfan Daulay, S.Ag., MA, sebagai narasumber dalam kegiatan Silaturahmi Nasional (Silatnas) Ormas-Ormas Islam dan Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI se-Indonesia.
Kegiatan nasional tersebut mengangkat tema “Memperkuat Ukhuwah Islamiyah, Meneguhkan Sinergi Ormas Islam dan Membangun Harmoni Kebangsaan untuk Indonesia yang Damai dan Bermartabat”, dengan subtema “Penguatan Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Sumatera Utara sebagai Perekat Umat (Sharing Best Program KUI di Daerah)”.
Silatnas ini menjadi forum strategis nasional untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah serta mempererat sinergi antara MUI, ormas-ormas Islam, dan seluruh elemen umat Islam di Indonesia.
Turut hadir mewakili MUI Provinsi Sumatera Utara dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Umum MUI Sumatera Utara Prof. Dr. H. Ardiansyah, Lc., MA.
Dalam pemaparannya, Dr. H. M. Arfan Daulay menyampaikan apresiasi atas kepercayaan MUI Pusat yang menjadikan MUI Sumatera Utara sebagai narasumber. Menurutnya, Sumatera Utara memiliki pengalaman penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan umat beragama di tengah kondisi masyarakat yang sangat majemuk.
“Dipilihnya Sumatera Utara sebagai narasumber tentu menjadi sebuah penghargaan sekaligus pengingat bahwa Sumatera Utara memiliki pengalaman dalam menjaga keharmonisan umat Islam dan umat beragama lainnya di tengah keberagaman,” ujar Dr. Arfan.
Dalam materinya yang berjudul “Penguatan Peran Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Provinsi Sumatera Utara sebagai Perekat Umat”, Dr. Arfan memaparkan karakteristik keberagaman umat Islam di Sumatera Utara, baik dari sisi etnis, organisasi masyarakat Islam, maupun corak pengamalan keislaman.
Ia menjelaskan bahwa umat Islam di Sumatera Utara yang mencapai sekitar 62,77 persen dari populasi merupakan kelompok mayoritas yang memiliki keberagaman luar biasa. Keberagaman tersebut terlihat dari berbagai latar belakang etnis seperti Melayu, Batak Mandailing dan Angkola, Batak Karo, Simalungun, Toba, Pakpak, Nias, serta kelompok pendatang seperti Jawa, Minangkabau, Aceh dan keturunan Tionghoa yang telah mengalami proses asimilasi.
Menurutnya, Sumatera Utara juga memiliki akar sejarah Islam yang kuat. Barus di Tapanuli Tengah dikenal sebagai salah satu pintu awal masuknya Islam ke Nusantara sejak abad ke-7 melalui jalur perdagangan internasional. Selain itu, keberadaan Kesultanan Melayu seperti Kesultanan Deli di Medan dan Kesultanan Aru menjadi bukti kuat perjalanan sejarah Islam di wilayah tersebut.
Dari sisi organisasi Islam, Sumatera Utara juga memiliki sejarah panjang dengan berkembangnya berbagai ormas Islam seperti Al Jam’iyatul Washliyah yang berdiri di Medan pada tahun 1930, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Tarbiyah Islamiyah, serta Al-Ittihadiyah yang turut berkontribusi dalam bidang dakwah, pendidikan dan sosial kemasyarakatan.
Dr. Arfan juga menekankan bahwa keberagaman tersebut selama ini dapat berjalan harmonis karena didukung oleh nilai-nilai kearifan lokal. Salah satunya adalah falsafah masyarakat Batak “Dalihan Na Tolu” yang mengajarkan penghormatan, keseimbangan hubungan sosial, dan semangat hidup berdampingan.
“Keberagaman bukan menjadi alasan untuk terpecah, tetapi menjadi kekuatan dalam membangun persaudaraan. Inilah semangat Islam rahmatan lil ‘alamin yang terus kita jaga,” katanya.
Lebih lanjut, Dr. Arfan menjelaskan sejumlah strategi Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Sumatera Utara dalam memperkuat persatuan umat, di antaranya memperkokoh ukhuwah di tengah perbedaan, menjadi mediator dalam penyelesaian persoalan umat, membangun budaya tabayun, dialog dan musyawarah, serta mencegah penyebaran hoaks, ujaran kebencian, provokasi dan berbagai bentuk perpecahan.
Selain itu, Komisi Ukhuwah Islamiyah juga terus mendorong sinergi antara ulama, pemerintah, ormas Islam dan seluruh elemen bangsa dalam menciptakan kehidupan sosial yang damai dan bermartabat.
Ia mengutip pesan Al-Qur’an dalam QS. Al-Hujurat ayat 10:
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”
Melalui forum nasional tersebut, Dr. Arfan berharap pengalaman Sumatera Utara dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengelola keberagaman umat.
“Bersatu dalam aqidah, bersaudara dalam ukhuwah, dan bersinergi membangun Indonesia yang damai dan bermartabat,” pungkasnya. (r/isl)
