Kapolda Banten Pastikan Penanganan Kebakaran TPA Jatiwaringin Berjalan Optimal

Hukum, News18 Dilihat

TANGERANG – Kapolda Banten, Hengki, meninjau langsung lokasi kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Selasa (7/7/2026), guna memastikan proses penanganan kebakaran berjalan optimal serta menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat terdampak.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolda didampingi Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, Kapolresta Tangerang Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, jajaran Pejabat Utama Polda Banten, unsur TNI, BNPB, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, serta instansi terkait lainnya.

Kapolda menjelaskan, kebakaran terjadi pada Selasa, 30 Juni 2026. Dari total luas TPA sekitar 32 hektare, sekitar 15 hektare terdampak kebakaran. Berdasarkan hasil pemantauan, terdapat 12 titik api yang teridentifikasi.

“Alhamdulillah, hingga saat ini delapan titik api telah berhasil dipadamkan, sedangkan empat titik lainnya masih dalam proses pendinginan dan penanganan oleh petugas di lapangan,” ujar Hengki.

BACA JUGA :  Bobby Nasution Buka FKM 2023, Saatnya Bangkit Tunjukkan Ekonomi Medan Kuat Melalui Kuliner

Ia menjelaskan, api pertama kali muncul di bagian belakang area TPA. Meski upaya pemadaman awal telah dilakukan oleh para pekerja, cuaca panas yang disertai angin kencang menyebabkan api dengan cepat merambat ke timbunan sampah lainnya.

Sejak menerima laporan, Polda Banten bersama Polresta Tangerang langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh instansi terkait untuk melakukan penanganan secara terpadu.

Berbagai upaya dilakukan, di antaranya mengerahkan personel untuk membantu pengamanan, pemadaman, dan evakuasi, didukung 10 unit mobil pemadam kebakaran, helikopter water bombing, empat unit alat berat, serta personel Polresta Tangerang dan jajaran Polsek.

Selain mendukung pemadaman, personel Polri juga melakukan pengamanan di lokasi kebakaran, jalur evakuasi, tempat pengungsian, fasilitas kesehatan, serta pengaturan arus lalu lintas agar mobilitas kendaraan pemadam, ambulans, alat berat, dan distribusi logistik berjalan lancar.

BACA JUGA :  PDI Perjuangan Sumut Menyapa Petani Humbang Hasundutan dengan Membagikan Bibit Unggul Dan Pupuk

“Kami juga melaksanakan patroli untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, mengamankan barang-barang milik masyarakat yang terdampak, serta menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama proses penanganan berlangsung,” jelasnya.

Polda Banten juga terus melakukan deteksi dini terhadap perkembangan situasi, mengantisipasi penyebaran informasi hoaks, serta memperkuat koordinasi dengan seluruh instansi hingga penanganan kebakaran selesai.

Berdasarkan data instansi terkait, sebanyak 126 warga mengungsi sebagai langkah antisipasi terhadap dampak asap. Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat 334 warga mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan asap.

BACA JUGA :  Kejagung Periksa 10 Saksi Terkait Perkara PT Duta Palma Korporasi

“Kami memastikan pengamanan di lokasi pengungsian, fasilitas kesehatan, serta distribusi bantuan kemanusiaan berjalan dengan aman dan lancar sehingga seluruh masyarakat terdampak memperoleh pelayanan secara maksimal,” kata Hengki.

Kapolda juga bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Ia mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di sekitar area yang masih terdampak asap, mengikuti arahan petugas, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Polda Banten berkomitmen terus mengawal proses penanganan hingga seluruh titik api berhasil dipadamkan dan situasi benar-benar aman serta kondusif. Sinergi TNI-Polri, pemerintah daerah, seluruh instansi terkait, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi bencana ini sekaligus meminimalkan dampak yang ditimbulkan,” tutupnya. (bc/isl)