Seskab Teddy Ungkap Arahan Presiden Prabowo untuk Percepat Revitalisasi Museum dan Aset Budaya di Seluruh Indonesia

Nasional, Politik14 Dilihat

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan revitalisasi museum, keraton, istana, benteng, serta berbagai aset budaya di seluruh Indonesia. Sepanjang 2026, pemerintah menargetkan percepatan revitalisasi dan penataan lebih dari 200 titik sebagai bagian dari upaya melestarikan warisan budaya bangsa.

Arahan tersebut disampaikan dalam pertemuan Presiden Prabowo dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Istana Merdeka, Jakarta, Senin malam (12/10/2026). Pertemuan yang bertepatan dengan peringatan Hari Museum Indonesia itu membahas langkah strategis untuk memperkuat pelestarian sekaligus meningkatkan daya tarik museum dan situs budaya di Tanah Air.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya menjelaskan, revitalisasi mencakup berbagai jenis aset budaya yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.

“Percepatan revitalisasi dan penataan lebih dari 200 titik museum, cagar budaya, keraton, istana, benteng dan aset budaya lainnya di Indonesia sepanjang tahun 2026,” ujar Teddy.

Menurut Teddy, revitalisasi tidak hanya berorientasi pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga mencakup pembaruan cara museum menyajikan sejarah kepada masyarakat. Penguatan narasi sejarah, penyusunan alur cerita, serta penataan ruang pamer menjadi bagian penting untuk menghadirkan pengalaman berkunjung yang lebih informatif dan menarik.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Medan Terima Kunker Pendeta dan Pengurus GKPI

“Pembaruan museum tidak hanya melalui perbaikan fisik bangunan, tetapi juga penguatan narasi sejarah, alur cerita, dan tata pamer agar semakin informatif dan menarik bagi masyarakat,” ungkapnya.

Dorong Museum Lebih Modern dan Interaktif

Pemerintah juga memberikan perhatian terhadap pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan museum. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman interaktif sehingga pengunjung dapat mengenal sejarah bangsa dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami.

Teddy menyebut, penggunaan teknologi digital menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan daya tarik museum, terutama bagi generasi muda. Dengan demikian, museum tidak sekadar menjadi tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga ruang pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Pemanfaatan teknologi digital dan pengalaman interaktif untuk meningkatkan daya tarik museum, khususnya bagi generasi muda, sekaligus memperkuat pemahaman terhadap sejarah dan identitas bangsa,” ucap Teddy.

BACA JUGA :  Solusi Masalah Stunting, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Program MBG yang Kini Jangkau Lebih dari 60 Juta Penerima Manfaat

Selain pembaruan fasilitas dan teknologi, penguatan kapasitas sumber daya manusia yang mengelola museum juga menjadi perhatian pemerintah. Pengelola museum diharapkan memiliki kemampuan yang memadai untuk merawat koleksi, menyampaikan informasi sejarah, serta memberikan pelayanan yang berkualitas kepada pengunjung.

Kebudayaan sebagai Penggerak Ekonomi

Revitalisasi museum dan situs budaya turut diarahkan untuk mendukung pengembangan wisata budaya, sejarah, dan religi. Pemerintah berharap pengembangan tersebut dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, termasuk membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan budaya.

“Penguatan kapasitas sumber daya manusia pengelola museum serta pengembangan wisata budaya, sejarah, dan religi sebagai bagian dari upaya menjadikan kebudayaan sebagai penggerak ekonomi baru,” tutur Teddy.

Dengan pendekatan tersebut, pelestarian kebudayaan diharapkan berjalan seiring dengan pengembangan pariwisata dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Situs budaya yang terawat dan dikelola secara profesional berpotensi menjadi destinasi edukasi sekaligus tujuan wisata yang menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

BACA JUGA :  Hutan Mangrove Pesisir Kampung Sawah Rusak, Diduga Akibat Aktivitas Tambang Timah

Menjaga Identitas Bangsa untuk Generasi Mendatang

Presiden Prabowo menegaskan pentingnya menjaga dan merawat warisan budaya sebagai bagian dari upaya mempertahankan kesinambungan sejarah serta identitas nasional. Warisan budaya tidak seharusnya hanya dipandang sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga sebagai sumber pengetahuan dan inspirasi bagi generasi penerus.

“Bapak Presiden menegaskan pentingnya menjaga dan merawat warisan budaya bangsa agar tidak hanya menjadi peninggalan masa lalu, tetapi juga sumber pengetahuan, kebanggaan, dan inspirasi bagi generasi mendatang,” pungkas Teddy.

Melalui percepatan revitalisasi tersebut, pemerintah berharap museum dan berbagai situs budaya di Indonesia semakin terawat, hidup, relevan, dan mudah diakses masyarakat. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen menjadikan kekayaan budaya nasional sebagai sarana pembelajaran, penguatan jati diri bangsa, serta penggerak ekonomi yang memberikan manfaat berkelanjutan.

Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut adalah Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (r/isl)