Lantik Burhan Jadi Kajari Gowa, Kajati Sulsel Muhammad Syarifuddin Tekankan Integritas dan Marwah Institusi

Hukum8 Dilihat

MAKASSAR — Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan, Muhammad Syarifuddin, melantik dan mengambil sumpah jabatan Burhan sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gowa yang baru. Prosesi pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab) berlangsung di Baruga Adhyaksa Kejati Sulsel, Kamis (15/10/2026).

Pelantikan tersebut dihadiri Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sulsel Prihatin, jajaran asisten Kejati Sulsel, sejumlah kepala kejaksaan negeri, serta pejabat di lingkungan Kejaksaan Negeri Gowa.

Dalam sambutannya, Muhammad Syarifuddin menegaskan bahwa pelantikan pejabat bukan sekadar seremoni atau pergantian jabatan, melainkan bagian dari dinamika organisasi dan penyegaran institusi. Jabatan yang diberikan pimpinan, menurutnya, merupakan amanah yang harus dijawab melalui kinerja, integritas, dan tanggung jawab.

BACA JUGA :  JAM PIDSUS Periksa Seorang Saksi Terkait Dugaan Korupsi Tata Kelola MBG

“Pelantikan hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial atau pergantian jabatan dalam suatu organisasi. Namun, momentum ini merupakan bagian dari dinamika organisasi, upaya penyegaran institusi, serta bentuk kepercayaan dan amanah pimpinan yang harus dijawab dengan kinerja, integritas, dan tanggung jawab,” ujar Syarifuddin.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada Burhan atas amanah baru yang diemban. Syarifuddin mengingatkan bahwa Kajari memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan, menggerakkan organisasi, serta memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi Kejaksaan di wilayah hukum Kabupaten Gowa berjalan secara profesional, efektif, dan akuntabel.

Syarifuddin meminta Burhan segera beradaptasi dengan lingkungan tugas yang baru, memahami karakteristik wilayah hukum, membangun komunikasi dengan seluruh jajaran, serta melanjutkan berbagai program positif yang telah berjalan.

BACA JUGA :  Tim Penyidik JAM PIDSUS Periksa Lima Saksi Terkait Tata Kelola MBG di BGN

“Saya berharap Saudara segera menyesuaikan diri dengan lingkungan tugas yang baru, mempelajari karakteristik wilayah hukum, membangun komunikasi dengan seluruh jajaran, dan melanjutkan program positif yang telah berjalan,” pesannya.

Lebih lanjut, Kajati Sulsel menyoroti tantangan penegakan hukum yang semakin kompleks. Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan soliditas organisasi, loyalitas terhadap institusi, kecermatan dalam mengambil tindakan, serta komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian.

Dalam arahannya, Syarifuddin menekankan lima hal yang harus menjadi pedoman Burhan dalam menjalankan tugas sebagai Kajari Gowa.

Pertama, menjaga integritas dan marwah institusi. Kedua, meningkatkan profesionalisme dan kualitas penegakan hukum. Ketiga, memperkuat fungsi pengawasan dan pengendalian internal. Keempat, meningkatkan kualitas pelayanan hukum kepada masyarakat. Kelima, mendorong inovasi dan optimalisasi kinerja.

BACA JUGA :  Wakil Jaksa Agung Asep N. Mulyana Sampaikan Tiga Pesan Budaya bagi Generasi Muda di Bandung

Lima poin tersebut menjadi penekanan bagi pimpinan Kejaksaan Negeri Gowa dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

Menutup sambutannya, Syarifuddin mengajak seluruh jajaran Kejaksaan untuk terus bekerja dengan berpedoman pada nilai-nilai Satya Adhi Wicaksana, menjunjung tinggi integritas, serta mengabdikan diri bagi tegaknya hukum dan keadilan di Indonesia.

“Dengan memohon rida Allah SWT, marilah kita terus bekerja dengan semangat Satya Adhi Wicaksana, menjunjung tinggi integritas, serta mengabdikan diri demi tegaknya hukum dan keadilan di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya. (bc/isl)