Prabowo Terima Laporan Ekonomi, Pemerintah Pacu Ekspor dan Siapkan Belanja APBN Rp1.300 Triliun pada Triwulan IV

Bisnis, Nasional, Politik28 Dilihat

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menerima laporan perkembangan perekonomian nasional dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah melaporkan kondisi makroekonomi Indonesia yang relatif stabil di tengah ketidakpastian global. Selain menjaga stabilitas ekonomi, pemerintah juga berupaya meningkatkan ekspor nasional dan mengoptimalkan belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada akhir 2026.

Airlangga Hartarto menjelaskan, laporan yang disampaikan kepada Presiden mencakup perkembangan pertumbuhan ekonomi, target inflasi, kondisi perbankan, serta realisasi investasi. Pemerintah juga membahas langkah-langkah untuk meningkatkan kinerja ekspor dari berbagai sektor.

“Tadi kami sampaikan bahwa kondisi makro ekonomi relatif stabil, juga disampaikan terkait dengan kondisi pertumbuhan ekonomi, kemudian juga terkait dengan target inflasi, dan juga terkait dengan situasi makro dari perbankan, kemudian juga dari investasi yang sudah berjalan,” ujar Airlangga.

Ia menegaskan, peningkatan ekspor menjadi salah satu perhatian pemerintah. Berbagai sektor, termasuk industri manufaktur, akan didorong agar mampu meningkatkan kontribusinya terhadap kinerja perdagangan nasional.

BACA JUGA :  Lindungi Pekerja dari Berbagai Sektor, Prof Zudan Terima Penghargaan Paritrana Award dari Wapres

Menurut Airlangga, hambatan yang berpotensi mengurangi kinerja ekspor akan ditangani melalui satuan tugas yang telah mendapatkan penugasan dari Presiden.

“Jadi ekspor kita akan pacu dari seluruh sektor, termasuk manufaktur, sehingga berbagai hal yang bisa mengurangi ekspor nanti akan kita debottlenecking yang sudah diberikan penugasan oleh Bapak Presiden melalui satgas,” tambahnya.

Pemerintah Jaga Ketahanan Ekonomi Domestik

Sementara itu, Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa ketahanan ekonomi domestik masih terjaga meskipun perekonomian global menghadapi berbagai tantangan. Perkembangan ekonomi Amerika Serikat dan Eropa menjadi sejumlah faktor eksternal yang terus dicermati pemerintah.

Suahasil mengatakan, kondisi makroekonomi dan aktivitas transaksi masyarakat masih menunjukkan ketahanan. Karena itu, pemerintah akan terus menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kami melaporkan kepada Bapak Presiden kondisi ekonomi makro masih sangat resilient, kondisi transaksi di masyarakat juga masih sangat resilient. Jadi kita akan terus menjaga stabilitas ke depan dan tetap mendorong pertumbuhan,” ungkapnya.

Pemerintah, lanjut Suahasil, juga melakukan penelaahan terhadap pelaksanaan anggaran menjelang akhir tahun. Langkah tersebut bertujuan memastikan belanja negara berjalan efektif, tepat sasaran, dan tetap memperhatikan efisiensi.

BACA JUGA :  UGM Akui Ijazah dan Skripsi Jokowi Asli

Ia menegaskan, efisiensi anggaran bukan berarti pemerintah menghentikan belanja. Penyesuaian dilakukan untuk memastikan anggaran dapat terlaksana secara optimal sesuai kebutuhan dan prioritas pemerintah.

“Langkah-langkah yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan adalah bagian dari langkah-langkah akhir tahun yang memang secara rutin dilakukan untuk memastikan anggaran itu terlaksana namun tetap dilaksanakan dengan efisien,” jelasnya.

Belanja APBN Triwulan IV Diproyeksikan Rp1.300 Triliun

Suahasil mengungkapkan, belanja APBN pada triwulan IV 2026 diproyeksikan mencapai sekitar Rp1.300 triliun. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi belanja pada periode yang sama tahun 2025, yang disebut mencapai sekitar Rp1.200 triliun.

Peningkatan belanja pemerintah diharapkan memberikan dorongan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk melalui penyelenggaraan layanan publik dan program perlindungan sosial.

“Untuk Q4 ini APBN akan belanja sekitar Rp1.300 triliun, lebih tinggi dibandingkan Q4 tahun 2025 yaitu Rp1.200 triliun. Jadi belanja APBN akan terus lebih tinggi dibandingkan Q4 tahun lalu,” kata Suahasil.

Ia menambahkan, penyaluran bantuan pangan untuk triwulan IV juga mulai bergulir. Program tersebut diharapkan membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong konsumsi rumah tangga.

BACA JUGA :  Bunda Yin Sebut Bunga Mekaar Turun Bukti Nyata Presiden Prabowo Pro Rakyat

Menurutnya, belanja pemerintah menjadi salah satu komponen penting dalam menggerakkan perekonomian. Oleh karena itu, pelaksanaan anggaran pada penghujung tahun akan terus diarahkan untuk mendukung kegiatan ekonomi dan memastikan manfaat program pemerintah dirasakan masyarakat.

Koordinasi dengan BI dan OJK Diperkuat

Selain menjaga kinerja belanja negara dan mendorong ekspor, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap stabilitas sektor keuangan.

Suahasil menyampaikan bahwa koordinasi dengan Bank Indonesia akan terus diperkuat guna menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. Pemerintah juga mendukung peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menjalankan pengawasan mikroprudensial terhadap lembaga jasa keuangan.

“Tentu nanti bersama Bank Indonesia kita akan terus bekerja sama memastikan stabilitas dari sektor keuangan Indonesia dan kita akan terus mendukung teman-teman di OJK yang melakukan pengawasan mikroprudensial,” pungkasnya.

Melalui penguatan ekspor, optimalisasi belanja APBN, serta koordinasi antarlembaga, pemerintah berupaya mempertahankan ketahanan ekonomi nasional sekaligus menjaga momentum pertumbuhan di tengah ketidakpastian perekonomian global. (r/isl)