MEDAN — Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.H., M.M., mengapresiasi dan mendukung program Akademi Dai Cilik TVRI Sumatera Utara sebagai upaya membangun generasi muda yang religius, berakhlak mulia, cinta Tanah Air, serta mampu menjaga persatuan bangsa sejak usia dini.
Dukungan tersebut mengemuka dalam silaturahmi ulama dan umara yang berlangsung pada Selasa (20/10/2026). Pertemuan itu dihadiri Ketua Umum Gema Santri Nusa, KH. Akhmad Khambali, S.E., M.M., bersama Ustadz Fadhli Sudiro, inisiator Duta Dai Indonesia Institute dan Akademi Dai Cilik TVRI, serta Kapolda Sumut Irjen Pol. Sonny Irawan dan Wakapolda Sumut Brigjen Pol. Fadillah Zulkarnaen.
Silaturahmi tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi dalam menyiapkan regenerasi ulama, umara, dan dai sejak usia dini melalui program unggulan Akademi Dai Cilik TVRI yang telah berjalan sejak 2023.
KH. Akhmad Khambali, yang juga merupakan pembina Akademi Dai Cilik TVRI, menyampaikan bahwa pembinaan dai cilik merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi penerus yang mampu menyampaikan pesan-pesan agama secara santun, cerdas, beretika, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Menurutnya, generasi muda perlu dibekali pemahaman agama yang baik, sikap menghormati perbedaan, serta kemampuan menggunakan media digital secara bertanggung jawab. Hal tersebut penting agar anak-anak tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat memicu perpecahan dan merusak persaudaraan.
Ia menegaskan, dakwah tidak hanya berkaitan dengan hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga harus memperkuat tanggung jawab sosial, kepedulian terhadap sesama, kecintaan kepada Tanah Air, dan komitmen menjaga persatuan bangsa.
“Pembinaan dai sejak usia dini merupakan bagian dari ikhtiar menyiapkan generasi yang kuat dalam iman, mulia dalam akhlak, serta memiliki kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” demikian semangat yang disampaikan dalam silaturahmi tersebut.
Kapolda Dukung Gerakan Polisi Bersama Masyarakat
Kapolda Sumut menyambut positif program Akademi Dai Cilik TVRI sebagai bagian dari pembinaan generasi emas Indonesia menuju masa depan yang lebih maju.
Gerakan Polisi Bersama Masyarakat yang diperkenalkan sejak usia dini diharapkan dapat menumbuhkan kedekatan antara Polri dan masyarakat sekaligus membangun karakter anak-anak yang unggul dalam ilmu pengetahuan, santun dalam akhlak, dan taat beribadah.
Kapolda juga berharap para Duta Dai Cilik dan Dai Muda Inspirasi TVRI dapat berperan aktif dalam menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat, khususnya mengenai pentingnya menjaga keutuhan NKRI dalam keberagaman.
Pesan dakwah tersebut diharapkan mencakup penguatan persatuan, kepedulian terhadap lingkungan, penolakan terhadap penyalahgunaan narkoba dan judi daring, kewaspadaan terhadap hoaks, pencegahan aksi begal, tawuran dan kekerasan, serta pembudayaan tertib berlalu lintas.
Melalui pendekatan dakwah yang mendidik dan sesuai dengan usia, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memahami nilai-nilai kebangsaan sekaligus mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
UFAS: Akademi Dai Cilik sebagai Legasi Peradaban
Ustadz Fadhli Sudiro atau UFAS menyampaikan bahwa Akademi Dai Cilik TVRI Sumut yang telah berlangsung sejak 2023 merupakan ikhtiar jangka panjang untuk membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Ia turut mengapresiasi dukungan Kepala TVRI Sumatera Utara, Budy Kurniawan, terhadap keberlangsungan program tersebut sejak awal pelaksanaannya.
Menurut UFAS, kekuatan terbesar bangsa terletak pada kualitas manusianya atau excellent human quality. Karena itu, pembinaan karakter, pendidikan agama, kemampuan komunikasi, dan wawasan kebangsaan perlu dimulai sejak masa kanak-kanak.
Program Akademi Dai Cilik TVRI diharapkan menjadi bagian dari upaya melahirkan generasi emas yang mampu meneruskan cita-cita para pahlawan dan pendiri bangsa, sekaligus membawa Indonesia berkontribusi lebih besar di tingkat dunia.
“What is learned in childhood is engraved in the heart and lasts a lifetime. Apa yang dipelajari pada masa dini terukir di hati dan bertahan sepanjang hayat,” ungkap UFAS.
Ia menilai program tersebut juga menjadi wujud peran strategis TVRI sebagai media pemersatu bangsa melalui pendidikan, dakwah, dan pembentukan karakter generasi muda.

Tahun Keempat, Akademi Dai Cilik Siapkan Kapolda Award
Memasuki tahun keempat penyelenggaraan pada 2026, Akademi Dai Cilik TVRI Sumut direncanakan menghadirkan Kapolda Award sebagai bentuk apresiasi bagi peserta berprestasi.
UFAS menyampaikan bahwa penghargaan tersebut direncanakan menjadi bagian dari rangkaian penganugerahan bagi Duta Dai Cilik, dengan hadiah utama berupa umrah dan tur ke tiga negara bagi dai cilik yang meraih predikat terbaik.
Program tersebut juga direncanakan mencakup deklarasi Duta Dai Cilik Polisi Bersama Masyarakat sebagai simbol komitmen membangun generasi muda yang religius, cinta damai, dan memiliki semangat kebangsaan.
Secara khusus, UFAS menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada KH. Akhmad Khambali atas dukungan serta perannya sebagai penasihat program. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Kapolda dan Wakapolda Sumut beserta jajaran atas dukungan terhadap penguatan sinergi antara dakwah, pendidikan karakter, dan kepolisian.
UFAS berharap seluruh rangkaian program, termasuk penganugerahan Kapolda Award, dapat terlaksana dengan sukses dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Ia juga berharap kegiatan tersebut menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat.
Silaturahmi ulama dan umara ini menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat kolaborasi dalam menyiapkan regenerasi ulama, umara, dan dai sejak usia dini. Dengan sinergi antara tokoh agama, kepolisian, media penyiaran, dan masyarakat, Akademi Dai Cilik TVRI diharapkan terus berkembang sebagai ruang pembinaan generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan mencintai Indonesia. Polri bersama masyarakat, bersatu menjaga NKRI. (r/isl)
