Prabowo Tegaskan Swasembada Pangan dan Energi sebagai Kekuatan Strategis Indonesia

Nasional, Politik64 Dilihat

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa swasembada pangan dan kemandirian energi merupakan modal strategis untuk memperkuat ketahanan nasional di tengah ketidakpastian global. Indonesia dinilai perlu mampu memenuhi kebutuhan pangan dan energinya sendiri agar tidak bergantung pada negara lain, terutama ketika krisis melanda dunia.

Penegasan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) Dua Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di halaman tengah Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Presiden mengungkapkan rasa syukur atas kondisi pangan nasional yang relatif terkendali. Menurutnya, keberhasilan mencapai swasembada pangan menjadi salah satu capaian utama pemerintah dalam memperkuat ketahanan nasional.

“Di tengah kita lihat dunia penuh tantangan, kita masih bersyukur, masih bersyukur bahwa kita relatif dalam keadaan baik. Pangan kita terkendali, prestasi kita yang paling utama antara lain kita swasembada pangan,” ujar Prabowo.

Kepala Negara menekankan bahwa pangan memiliki posisi strategis dalam menjaga kedaulatan negara. Dalam situasi krisis global, kemampuan finansial suatu negara belum tentu menjamin tersedianya pasokan pangan dari luar negeri.

“Dalam waktu cepat, saudara-saudara, pangan itu menentukan. Karena sekarang pangan bisa menjadi senjata. Dalam keadaan krisis kita punya uang pun mungkin kita tidak bisa beli beras dari negara lain,” tuturnya.

BACA JUGA :  PKB Sudah Setor Nama Calon Menteri ke Prabowo

Prabowo juga menyoroti kemampuan Indonesia menjaga swasembada pangan di tengah tantangan cuaca, termasuk kekeringan berkepanjangan pada 2025–2026. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk menghadapi berbagai fenomena iklim, seperti El Niño dan La Niña.

“Kita bersyukur kita sudah swasembada pangan. Di musim yang sangat sulit, 25-26 kekeringan cukup panjang kita bisa swasembada. El Niño kita hadapi, nanti ada La Niña kita hadapi. Tapi kita sudah punya kontijensi-kontijensi,” kata Presiden.

Perkuat Kemandirian Energi

Selain pangan, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan energi nasional di tengah kenaikan harga minyak dunia. Indonesia memiliki beragam sumber energi yang dapat dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).

Sumber energi tersebut antara lain batu bara, panas bumi atau geotermal, serta bahan bakar nabati yang dapat diolah menjadi alternatif energi.

“Harga minyak dunia naik dan akan naik. Kita bersyukur kita punya sumber-sumber energi lain yang cukup banyak. Batu bara kita masih banyak, geotermal kita banyak. Yang terutama kita bisa buat diesel solar dari tanaman. Biodiesel kita nanti akan sangat membantu kita,” jelasnya.

BACA JUGA :  Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bertakziah ke Kediaman Megawati, Sampaikan Duka atas Berpulangnya Guruh Soekarnoputra

Pemerintah juga mendorong pengembangan biodiesel dan etanol sebagai bagian dari strategi diversifikasi energi. Presiden menyebut Indonesia telah mencapai tahap B50 dan akan melanjutkan peningkatan campuran etanol secara bertahap menuju E50.

“Kita sudah mencapai B50, dan kita sekarang akan berjuang untuk etanol menjadi etanol E50. Mungkin tahun ini kita baru bisa mencapai E10. Mungkin 2 tahun lagi kita akan berharap mencapai E20. Dan 2 tahun sesudah itu kita berharap kita akan mencapai E50. Pada saat kita E50 dan B50 kita insyaallah tidak perlu impor BBM lagi dari luar,” ujar Prabowo.

Target tersebut, menurut arah kebijakan yang disampaikan Presiden, menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan energi melalui pemanfaatan sumber daya dalam negeri. Dengan demikian, Indonesia diharapkan semakin mampu mengurangi ketergantungan pada pasokan energi dari luar negeri.

Kabinet Diminta Terus Bekerja

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran kabinet atas kerja keras dalam menjalankan tugas pemerintahan. Ia mengingatkan bahwa pemerintahan memiliki masa kerja lima tahun dan setiap anggota kabinet mempunyai peran dalam tahapan pelaksanaan program.

BACA JUGA :  Jaksa Agung ST Burhanuddin Raih Penghargaan CNN Indonesia Awards 2025

“Intinya saudara-saudara, dalam pembukaan ini saya terima kasih dengan kerja keras saudara-saudara sekalian. Sebagaimana saya sampaikan dari awal pemerintahan kita tidak semua pemain akan kita mainkan di awal,” ucapnya.

Presiden menegaskan bahwa pemerintah masih menghadapi berbagai tantangan yang membutuhkan kerja keras, keberanian, dan pengorbanan. Ia meminta seluruh jajaran tetap berpegang pada semangat pantang menyerah dalam memperjuangkan kepentingan nasional.

“Kita tidak takut. Kita punya kekuatan, kita punya keberanian, dan kita rela berkorban, dan kita tidak mengenal menyerah. Kalau perlu, kita adakan penghematan besar-besaran, kita lebih hemat lagi nanti,” tegas Prabowo.

Arahan tersebut menegaskan pentingnya memperkuat fondasi kemandirian nasional melalui kemampuan memenuhi kebutuhan pangan, mengembangkan sumber energi domestik, serta mengoptimalkan kekayaan alam untuk kesejahteraan masyarakat.

Di tengah ketidakpastian global, swasembada pangan dan kemandirian energi tidak hanya menjadi sasaran pembangunan, tetapi juga bagian penting dari upaya menjaga kedaulatan Indonesia. Pemerintah dituntut memastikan kedua sektor tersebut mampu menopang ketahanan nasional sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia yang kuat, mandiri, dan sejahtera. (r/isl)