JAKARTA — Direktur Utama PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), Christian Kartawijaya, mengajukan pengunduran diri karena memasuki masa pensiun. Selain itu, anggota Dewan Komisaris Indocement, Juan Francisco Defalque, juga mengajukan pengunduran diri dengan alasan pribadi.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026), pengunduran diri keduanya telah disampaikan secara resmi kepada perseroan. Christian diketahui telah memimpin produsen semen tersebut sejak 1 Mei 2014.
Corporate Secretary Indocement, Dani Handajani, menjelaskan bahwa pengunduran diri Christian diajukan seiring dengan masa pensiunnya. Sementara itu, Juan Francisco Defalque mengundurkan diri karena alasan pribadi.
“Bersama surat ini kami menyampaikan bahwa Bapak Christian Kartawijaya, Direktur Utama PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Perseroan), telah mengajukan surat pengunduran diri karena beliau memasuki masa pensiun. Selain itu, Bapak Juan Francisco Defalque, anggota Komisaris Perseroan, telah mengajukan surat pengunduran diri karena alasan pribadi,” tulis Dani dalam keterbukaan informasi.
Heidelberg Materials Usulkan Pengganti
Seiring dengan pengajuan pengunduran diri tersebut, pemegang saham mayoritas Indocement, Heidelberg Materials Group, mengusulkan sejumlah perubahan dalam jajaran direksi dan dewan komisaris perseroan.
Untuk posisi Direktur Utama, Heidelberg Materials Group mengusulkan Jose Maria Magrina Vadillo, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Direktur Utama Indocement.
Selain itu, Heidelberg Materials Group mengusulkan Christian Kartawijaya untuk menempati posisi Presiden Komisaris, menggantikan Roberto Callieri. Adapun Roberto diusulkan menjadi Komisaris untuk menggantikan Juan Francisco Defalque.
Meski demikian, perubahan susunan pengurus tersebut belum berlaku dan masih menunggu persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
Dani menyampaikan bahwa keputusan mengenai pengunduran diri serta pengangkatan Direktur Utama, Presiden Komisaris, dan Komisaris yang baru akan dibahas dalam RUPSLB yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Desember 2026.
“Pengunduran diri dan penunjukan Direktur Utama, Presiden Komisaris dan Komisaris yang baru akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Perseroan yang akan dilaksanakan pada 3 Desember 2026,” jelas Dani.
Dengan demikian, susunan baru direksi dan dewan komisaris Indocement akan ditetapkan berdasarkan keputusan RUPSLB sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Profil Christian Kartawijaya
Christian Kartawijaya telah menjabat sebagai Direktur Utama Indocement sejak 1 Mei 2014. Sebelum menduduki posisi tersebut, ia memiliki pengalaman panjang di bidang keuangan perusahaan.
Berdasarkan informasi dari situs resmi Indocement, Christian pernah menjabat sebagai Deputi Direktur Keuangan pada periode 2001–2004. Selanjutnya, ia dipercaya menjadi Direktur Keuangan pada 2004–2011 sebelum akhirnya memimpin perseroan.
Dari sisi pendidikan, Christian merupakan lulusan Teknik Sipil Universitas Trisakti pada 1989. Ia kemudian meraih gelar Master of Business Administration (MBA) bidang keuangan dari San Diego State University, California, Amerika Serikat, pada 1994.
Pada 2013, Christian juga memperoleh gelar Master of Arts in Christian Education dari Southwestern Baptist Theological Seminary, Fort Worth, Texas, Amerika Serikat.
Berdasarkan laporan tahunan Indocement 2025, masa jabatan Christian sebagai Direktur Utama tercatat untuk periode 2024–2027. Ia kembali diangkat dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 14 Mei 2024.
Indocement menegaskan akan memenuhi seluruh kewajiban terkait penyelenggaraan RUPSLB sesuai dengan peraturan pasar modal yang berlaku.
Keterbukaan informasi tersebut disampaikan untuk memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 33/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.
Perubahan kepemimpinan ini menjadi salah satu agenda penting bagi Indocement menjelang akhir 2026, dengan keputusan final mengenai susunan pengurus perseroan menunggu hasil RUPSLB pada 3 Desember mendatang. (bc/isl)
