MEDAN- Sejak menjadi bagian dari perekonomian nasional di Indonesia, sistem ekonomi syariah atau sistem ekonomi Islam, sudah menempati posisi yang tidak menjadi alternatif, namun sudah lebih pada peran strategis yang dapat mendukung semakin kuatnya sistem ekonomi nasional.
Oleh karena itu, kehadiran lembaga pendidikan yang secara khusus fokus pada bidang ekonomi syariah harus menjadi perhatian pemerintah pusat. Selain itu, diharapkan juga lembaga pendidikan terkait dapat proaktif, menempatkan posisi yang strategis baik dalam sistem pendidikan nasional maupun permintaan pasar tenaga kerja secara nasional.
Harapan ini disampaikan oleh Dewan Pembina Pengurus Daerah Masyarakat Ekonomi Syariah kabupaten Deli Serdang (PD MES DS), Muhri Fauzi Hafiz.
“Khusus pada lembaga pendidikan tinggi baik Perguruan Tinggi Negeri/Swasta maupun akademi atau Sekolah Tinggi, kami harapkan pada tahun 2025 tidak pasif. Harus proaktif menjalin kerjasama dengan semua lembaga ekonomi syariah yang ada di Indonesia. Agar kehadiran SDM yang berkualitas pada bidang ekonomi syariah dapat di optimalkan untuk menyokong semua bidang pada ekonomi syariah,” ajak Muhri Fauzi Hafiz, Senin (30/12/2024).
Pada tahun 2025 yang akan datang, peran ekonomi syariah akan semakin baik. Sehingga kebutuhan akan SDM yang memahami semua bidang pada ekonomi syariah cukup penting, agar keluhuran dan keunggulan sistem ekonomi syariah ini dapat terjaga dan terpelihara.
“Jangan sampai lembaga keuangan syariah yang pesat tumbuh kembangnya, lebih mengutamakan lulusan dari perguruan tinggi yang tidak fokus pada bidang ekonomi syariah. Ini tidak boleh terjadi dan melebar, harus mulai dipikirkan sinergi dan kolaborasi pasar tenaga kerja pada bidang ekonomi syariah dengan lembaga pendidikan terkait,” tegas Muhri Fauzi Hafiz. (isl)
