Categories: Ekonomi Syariah

BPKH Gunakan Hasil Investasi Dana Abadi Umat untuk Kemaslahatan Ramadhan Rp 12 Miliar

JAKARTA- Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) tidak hanya mengelola dana haji. Lembaga keuangan itu juga mengelola dana abadi umat (DAU). Untuk dana haji kini sudah terkumpul Rp 171 triliun, sedangkan DAU ada Rp 3,9 triliun. Tahun ini hasil investasi DAU ditargetkan Rp 250 miliar.

Anggota Badan BPKH Sulistyowati mengatakan, hasil investasi DAU digunakan untuk sejumlah program kemaslahatan umat. Khusus untuk bulan Ramadhan, ada beberapa program kemaslahatan yang disiapkan. Mulai dari program balik gratis setelah Lebaran, pengiriman dai ke daerah terpencil (3T), pembagian mushaf Al-qur’an, perbaikan masjid atau musala, dan lainnya.

“Total yang digunakan untuk program kemaslahatan umat Ramadan ini Rp 12 miliar,” katanya dalam keterangannya Jumat (28/2/2025) dikutip Jawapos.

Jadi program kemaslahatan umat yang khusus untuk bulan Ramadhan tidak mengambil porsi hasil investasi DAU yang besar. Sulistyowati menjelaskan tentang program pengiriman dai ke daerah 3T. Sebanyak 101 orang dai yang kompeten, amanah, dan profesional dilepas untuk bertugas di 59 kabupaten atau kota yang tersebar di 30 provinsi di Indonesia. Penempatan para dai dikhususkan di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).

Seremoni pengiriman dilakukan secara luring dan daring. Kegiatan merupakan bagian dari Program Dakwah Kemaslahatan BPKH 2025. Dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan literasi keagamaan di daerah yang minim akses terhadap pendakwah.

Sulistyowati menyatakan Program Dakwah Kemaslahatan BPKH 2025 adalah wujud komitmen mereka dalam mendukung pendidikan dan dakwah Islam di Indonesia. “Kami berharap para dai yang bertugas dapat menjadi agen perubahan positif dan membawa manfaat bagi masyarakat di daerah 3T,” ujar Sulistyowati.

Dia menjelaskan para dai yang dikirim telah melalui pelatihan intensif. Pelatihan itu untuk membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk berdakwah di masyarakat. Mereka juga dibekali dengan pemahaman tentang program-program BPKH, termasuk program Semua Bisa Haji dan Ayo Haji Muda. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menunaikan ibadah haji sejak dini.

Adapun Program Dakwah Kemaslahatan BPKH 2025 merupakan salah satu program kemaslahatan yang menggunakan hasil pengelolaan atau nilai manfaat dari DAU. Program ini merupakan bentuk tanggung jawab BPKH dalam mengelola dana umat secara amanah dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk mendukung program ini agar dapat berjalan dengan sukses dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tutup Sulistyowati. (jp/isl)