Migrasi Gaya Hidup Syariah Dorong Ekonomi RI Tumbuh 8 Persen

Ekonomi Syariah56 Dilihat

JAKARTA- Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Kahmi (Hipka) Kamrussamad mengatakan migrasi gaya hidup masyarakat Indonesia ke arah lebih syariah menjadi potensi besar untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi hingga 8%.

Hal ini disampaikan Kamrussamad saat menjadi pembicara dalam acara ‘Ekonomi Syariah 2025: Gaya Hidup Halal dan Tren Konsumsi’ yang digelar B-Universe di Hotel Rizt Carlton-Pacific Place, Jakarta, Kamis (27/2/2025)

BACA JUGA :  UIN Raden Intan Resmi Buka Program Doktor Ekonomi Syariah

“Menurut saya, ini adalah sesuatu yang sangat penting karena ekonomi syariah Indonesia sedang tumbuh dan berkembang. Terjadi migrasi besar-besaran dari gaya hidup anak-anak muda yang sekarang lebih syariah, kehidupannya jauh lebih meminati hal-hal yang halal,” ujarnya dikutip Beritasatu.

Kamrussamad menjelaskan potensi populasi muslim yang besar di Indonesia dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi. Ia mengusulkan double strike strategy yang menggabungkan perspektif ekonomi konvensional dan syariah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029.

BACA JUGA :  MUI Sumut Gelar Muzakarah Ekonomi dan Pinbas Weekend Market

Untuk mencapai target tersebut, Kamrussamad menekankan kesiapan industri keuangan syariah sehingga pengusaha tertarik pada sumber pembiayaan syariah. Kemudian produk halal yang berkualitas dengan mulai dari proses produksi hingga pemasaran, harus memiliki merek yang kuat dan terliterasi dengan baik di pasar.

Jangan Hanya Jadi Pasar, Indonesia Harus Kuasai Industri Halal Dunia!

BACA JUGA :  Pembiayaan Emas Bank Muamalat Melesat 520%

Kamrussamad menilai ekonomi syariah Indonesia akan tumbuh pesat. Pangsa pasar ekonomi syariah Indonesia saat ini masih tertinggal dibandingkan negara lain, seperti Malaysia.

“Pemerintah perlu memberikan insentif berupa kemudahan perpajakan, perizinan, birokrasi, dan deregulasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi syariah,” tutupnya. (isl)