Ini Tiga Masalah Utama yang Sering Hambat Pertumbuhan Asuransi Syariah

Ekonomi Syariah172 Dilihat

Jakarta: Kepala Pusat Ekonomi & Bisnis Syariah (PEBS) Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) Rahmatina Awaliah Kasri mengungkapkan sektor asuransi syariah memiliki tiga tantangan yang mesti dihadapi.

“Kami mengidentifikasi tiga tantangan, tiga aspek tantangan yang berada di sektor asuransi syariah, antara lain dari sisi demand, dari sisi supply, dan dari sisi ekosistem,” ucap Rahmatina pada acara yang digelar di Jakarta, dikutip Metrotv, Selasa, (18/3/2025).

BACA JUGA :  MES dan BPD DIY Syariah Sepakati Sinergi Perkuat Ekonomi Syariah

Dari sisi demand, sambung Rahmatina, permasalahannya adalah rendahnya dedikasi dan inklusi asuransi syariah, rendahnya daya beli produk asuransi di Indonesia, serta rendahnya sustainability beserta pembayaran kredit asuransi syariah dalam jangka panjang.

Sedangkan dari sisi supply, setidaknya terdapat empat tantangan, antara lain pemenuhan modal minimum bagi unit usaha syariah (UUS), terbatasnya kapasitas reasuransi syariah, produk dan jalur distribusi asuransi syariah yang kurang terdiferensiasi, serta terbatasnya sumber daya manusia (SDM) ahli di bidang asuransi syariah.

BACA JUGA :  Optimisme Perbankan Syariah 2025, di Tengah Ketidakpastian

“Sementara dari aspek ekosistem, terdapat pembatasan instrumen dan imbal hasil investasi syariah, adanya restriksi regulasi terkait pembatasan investasi ke luar negeri dan adanya restriksi terkait kepemilikan asing,” ungkap dia.

Oleh karenanya, Rahmatina menyampaikan beberapa rekomendasi kebijakan untuk mendorong pengembangan ekosistem sektor asuransi syariah di antaranya adalah penguatan literasi dan inklusi asuransi syariah.

BACA JUGA :  Minat Ekonomi Syariah Sumsel Rendah, Tumbuh di Bawah 10 Persen

Kemudian peninjauan kembali regulasi yang berlaku di industri asuransi syariah, penguatan kapasitas permodalan perusahaan asuransi syariah, penguatan SDM industri syariah dan peningkatan keterbukaan pasar dan daya tarik investasi asing. (isl)