Mahasiswa STEI SEBI Gelar Bincang Seputar Ekonomi Syariah (Binsar) 2.0 2025

Ekonomi Syariah44 Dilihat

JAKARTA– Mahasiswa Forum Daerah Jakarta Jakarta Islamic Economic Comunity (JIEC) STEI SEBI sukses menyelenggarakan kegiatan Bincang Seputar Ekonomi Syariah (BINSAR) 2.0 yang bertempat di SMK Al-Ihsan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Kegiatan ini mengusung tema “Menguatkan Ekonomi Umat Dengan Semangat Isra Mi’raj Untuk Ramadhan Yang Lebih Bermakna”, sebagai bagian dari upaya membangun pemahaman generasi muda mengenai ekonomi syariah dalam kehidupan sehari-hari.

BINSAR adalah sebuah seminar yang diselenggarakan dengan tujuan untuk syiar, dakwah dan sosialisasi tentang ekonomi syariah kepada masyarakat luas, khususnya kepada siswa-siswi generasi muda penerus bangsa. Hal ini juga menjadi salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan mahasiswa SEBI yang sesuai dengan salah satu dari lima karakter yang ditanamkan kampus yaitu pelopor kebangkitan umat.

Kegiatan ini diawali dengan tausyiah Isra’ Mi’raj oleh Dr. Chairul Hakim, MM. Dalam tausyiahnya, ia menyampaikan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj merupakan salah satu mukjizat terbesar dalam sejarah Islam, yang mengandung pesan spiritual mendalam bagi umat Muslim.

BACA JUGA :  Syiar Ramadan, Hijrahfest dan Woman Festive 2025 Hadir di Jakarta

“Peristiwa ini mengajarkan pentingnya keimanan, disiplin dalam ibadah, serta persatuan umat Islam dalam menjalani kehidupan yang lebih berkah dan bermakna.” Ujar Dr. Chairul dirilis NetralNews, Sabtu (22/2/2025).

Kemudian cara dilanjutkan ke sesi utama, dimana dalam sesi ini menghadirkan pemateri luar biasa yaitu Assoc. Prof. Dr. Sepky Mardian, SEI., MM., SAS, yang membawakan materi bertajuk “Kenapa Harus Ada Ekonomi Syariah?”.

Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa ekonomi syariah memiliki peran penting dalam menciptakan keberkahan dan keseimbangan dalam ekonomi dalam kehidupan  masyarakat. Dengan prinsip keadilan dan pemerataan, ekonomi syariah mendorong kesejahteraan sosial melalui mekanisme seperti zakat, infaq, dan sedekah yang dialokasikan untuk pendidikan, UMKM, serta layanan kesehatan gratis.

BACA JUGA :  Maybank Syariah Sabet Penghargaan Berkat Inovasi Produk Sharia Wealth Management

Salah satu poin utama yang dibahas adalah perbedaan antara bank syariah dan bank konvensional. Dimana Bank syariah beroperasi berdasarkan akad yang sesuai dengan prinsip Islam, seperti akad bagi hasil dan akad jual beli, sementara bank konvensional menggunakan sistem bunga yang cenderung merugikan masyarakat dalam jangka panjang.

Selain itu, dampak ekonomi syariah terhadap masyarakat sangat signifikan, mulai dari meningkatkan kesejahteraan sosial, mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, hingga menjaga stabilitas ekonomi.

Dalam diskusi yang dipandu oleh moderator Aunurrafiq Al Faruqi, peserta juga diberikan wawasan mengenai manfaat ekonomi syariah bagi individu. Ekonomi syariah tidak hanya membawa ketenangan batin karena sesuai dengan ajaran Islam, tetapi juga memberikan akses terhadap fasilitas sosial seperti pendidikan dan layanan kesehatan berbasis dana sosial syariah.

BACA JUGA :  Kepala BPJPH Optimis Industri Halal Dongkrak Ekonomi Nasional

Sebagai langkah konkret dalam memahami ekonomi syariah, pemateri mendorong peserta untuk mulai menerapkan prinsip-prinsip ekonomi Islam dalam kehidupan sehari-hari, seperti bertransaksi tanpa riba, menghindari gharar (ketidakjelasan dalam akad), serta terus menambah ilmu dengan pendidikan formal di kampus berbasis ekonomi syariah seperti STEI SEBI.

Kegiatan ini ditutup dengan pembacaan doa serta sesi dokumentasi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan dan semangat dalam mengembangkan ekonomi syariah di kalangan generasi muda.

Dengan adanya BINSAR 2.0, diharapkan semakin banyak anak muda yang sadar akan pentingnya ekonomi syariah dan termotivasi untuk menerapkannya dalam kehidupan mereka menuju masa depan yang lebih berkah dan berkeadilan. (net/isl)